Sambil Pegang Potongan Ayam, Presiden Prabowo Minta Porsi MBG Diawasi

  • 04 Jun 2026 11:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo meminta pengawasan ketat terhadap kualitas dan porsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
  • Presiden menegaskan ukuran potongan ayam dalam menu MBG harus tetap memenuhi standar gizi yang ditetapkan.
  • Presiden mengusulkan pemeriksaan acak melalui foto dan penimbangan makanan untuk memastikan standar gizi terpenuhi.

RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Prabowo Subianto meminta pengawasan ketat terhadap kualitas dan porsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul, Bogor, Rabu, 3 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara langsung memperlihatkan contoh potongan ayam yang digunakan dalam menu Program MBG. Ia membandingkan ukuran ayam yang dipotong menjadi delapan bagian dengan ayam yang dipotong menjadi 14 bagian.

Presiden meminta layar menampilkan contoh potongan ayam tersebut kepada ribuan peserta yang hadir. Menurutnya, ukuran potongan ayam harus tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.

"Ayam yang kiri adalah ayam dipotong 14. Yang kanan dipotong 8," ujar Presiden saat menunjukkan contoh potongan ayam di atas panggung.

Presiden menilai potongan ayam yang dibagi menjadi 14 bagian masih berada dalam batas yang dapat diterima. Namun ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengurangi porsi melebihi ketentuan yang berlaku.

"Kalau potong lebih dari 14 dosa. Dosa ya," kata Presiden yang disambut tawa peserta.

Menurut Presiden, pengurangan porsi makanan akan berdampak langsung pada jutaan anak yang menjadi penerima manfaat Program MBG. Karena itu, kualitas dan ukuran makanan harus terus diawasi secara konsisten.

Presiden bahkan meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ikut melakukan pengawasan melalui sekolah-sekolah. Ia mendorong guru dan kepala sekolah melaporkan apabila menemukan porsi makanan yang tidak sesuai standar.

"Nanti saya minta Menteri Pendidikan, kepala sekolah, guru-guru, anak-anaknya suruh lapor. Ayamnya kecil atau besar," ujarnya.

"Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang," ucap Presiden melanjutkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan standar gizi benar-benar diterapkan di seluruh daerah.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari arahan Presiden kepada para pelaksana Program MBG yang hadir dalam kegiatan nasional tersebut. Pemerintah menegaskan kualitas makanan menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan program peningkatan gizi anak Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....