Komisi IX DPR: Kepala BGN Baru Harus Benahi Tata Kelola MBG

  • 04 Jun 2026 11:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi IX DPR RI menyoroti, nasib program Makan Bergizi Gratis (MBG), setelah Dadan Hindayana dicopot dari posisi Kepala BGN.
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris mendorong, Nanik membenahi tata kelola program MBG.
  • Kepala BGN yang baru harus fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk. Program sebesar ini tidak bisa hanya diukur dari berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak penerima manfaat yang dicatat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi IX DPR RI menyoroti, nasib program Makan Bergizi Gratis (MBG), setelah Dadan Hindayana dicopot dari posisi Kepala BGN. Posisi jabatan Kepala BGN tersebut, saat ini diisi oleh Nanik S. Deyang menggantikan Dadan.

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris mendorong, Nanik membenahi tata kelola program MBG. Ia menggarisbawahi, pengawasan dan kualitas gizi makanan yang akan dikonsumsi anak-anak jauh lebih penting ketimbang kuantitas.

"Kepala BGN yang baru harus fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk. Program sebesar ini tidak bisa hanya diukur dari berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak penerima manfaat yang dicatat," kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Sebagai Kepala BGN, ia menilai, Nanik harus memiliki prioritas yang jelas untuk membenahi persoalan MBG. Mengingat, masih banyaknya kasus keracunan usai mengonsumsi MBG yang menimpa masyarakat.

"Prioritas Kepala BGN yang baru harus jelas, benahi pengawasan dan kontrol kualitas. Kita sudah melihat kasus keracunan dalam jumlah yang sangat besar, sampai saat ini sudah lebih dari 36.000 anak terdampak kasus keracunan," ucap Charles.

Kasus keracunan tersebut, kata Charles, menandakan adanya persoalan serius pada tata kelola MBG. Menurutnya, keberhasilan MBG tidak ditentukan dari besar anggaran dan jumlah penerima manfaat, melainkan dari kualitas gizinya.

"Ini menunjukkan ada persoalan serius dalam tata kelola yang tidak boleh dianggap sepele. Keberhasilan MBG jangan diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya penerima manfaat, tetapi dari kualitas gizi, keamanan makanan, dan manfaat," ujar Charles.

Sebelumnya diberitakan, Dadan Hindayana angkat bicara usai dicopot dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menegaskan pergantian anggota kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

“Pergantian anggota kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” kata Dadan dalamoernyataannya di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Dadan menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo karena telah diberi kesempatan bergabung dalam Kabinet Merah Putih. Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya.

“Saya berterima kasih tidak terhingga karena telah diberi kesempatan menjadi anggota Kabinet Merah Putih. Yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga meyakini Presiden Prabowo akan berhasil memimpin Indonesia dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Dadan berharap berbagai program pemerintah tetap berjalan baik di bawah kepemimpinan baru.

“Insyaallah beliau akan sukses memimpin bangsa Indonesia. Juga membawa kesejahteraan pada seluruh masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya. Dalam susunan baru, Wakil Kepala BGN Naniek S Deyang ditunjuk menjadi Kepala BGN.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....