Rupiah Melemah, Wisata Indonesia Kian Murah bagi Turis Asing

  • 03 Jun 2026 16:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelemahan rupiah membuat biaya berwisata di Indonesia lebih murah bagi wisatawan mancanegara.
  • Dampak positif belum dirasakan merata, terutama di daerah yang masih terkendala akses transportasi.
  • Promosi destinasi dan peningkatan aksesibilitas dinilai penting untuk memaksimalkan peluang kunjungan wisatawan asing.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai membuka peluang bagi sektor pariwisata Indonesia. Biaya liburan yang lebih murah membuat Indonesia semakin menarik bagi wisatawan mancanegara.

Anggota Bidang Etik DPP Insan Pariwisata Indonesia (IPI), I Gede Gunanta, mengatakan dampaknya berbeda di setiap daerah. Faktor aksesibilitas menjadi penentu utama peningkatan kunjungan wisatawan asing.

"Jakarta bisa diuntungkan karena dekat dengan Singapura dan banyak penerbangan langsung. Wisatawan asing merasa biaya berwisata menjadi lebih murah," kata Gede Gunanta dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Jakarta, 3 Juni 2026.

Namun, menurutnya kondisi tersebut belum berdampak signifikan bagi destinasi wisata di Lombok. Sebagian besar wisatawan masih bergantung pada transportasi udara yang biayanya relatif tinggi.

"Data yang kami himpun menunjukkan belum ada peningkatan nyata. Barometer pariwisata Lombok seperti kawasan Gili masih relatif stabil," ujarnya.

Meski demikian, pelaku industri pariwisata mengaku siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan. Hotel, restoran, dan pelaku usaha lainnya telah menyiapkan layanan yang memadai.

Gunanta menilai wisata berbasis alam dan destinasi tersembunyi kini semakin diminati wisatawan asing. Tren tersebut membuka peluang bagi daerah yang belum banyak terekspos.

"Sekarang justru banyak wisatawan mencari lokasi unik dan alami. Desa terpencil serta hidden gem mulai menjadi pilihan," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Budijanto Ardiansjah, menilai pelemahan rupiah menjadi peluang bagi pasar wisata inbound. Indonesia dinilai lebih kompetitif dibanding sejumlah negara tujuan wisata lainnya.

"Indonesia menjadi lebih murah bagi wisatawan asing. Namun peningkatan kunjungan tidak terjadi secara otomatis," kata Budijanto

Budijanto menegaskan promosi dan aksesibilitas tetap menjadi faktor penting. Pemerintah dan pelaku industri perlu menjaga citra Indonesia sebagai destinasi yang aman dan nyaman.

"Kita harus menunjukkan Indonesia tetap kondusif untuk dikunjungi. Promosi yang tepat sasaran juga harus terus diperkuat," ujarnya.

Ia berharap momentum pelemahan rupiah dapat dimanfaatkan untuk memperluas kunjungan wisatawan ke berbagai daerah. Pembukaan lebih banyak bandara internasional dinilai dapat mendukung pemerataan pariwisata nasional. (Agnes Claudia Ohoira).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....