PKP Dorong Pemerataan Ekonomi Sultra lewat KUR Perumahan Capai Rp500 Miliar
- 02 Jun 2026 22:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PKP menargetkan penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp500 miliar di Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026
- UMKM dapat mengakses pembiayaan bersubsidi hingga Rp20 miliar
- Program tersebut diharapkan mendorong pemerataan ekonomi daerah
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian PKP menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp500 miliar di Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026. Program tersebut disiapkan sebagai upaya mendorong pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan Sulawesi Tenggara memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 6,23 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Namun, menurutnya, tantangan yang masih dihadapi adalah pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
“Kita lihat justru dibanyak pertumbuhan ekonomi yang tinggi, itu tantangannya adalah pemerataan. Jadi pertumbuhan ekonomi seperti arahan Presiden Prabowo juga harus dinikmati oleh wong cilik, orang-orang kecil,” ujar Menteri Ara kepada awak media usai pertemuan bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.
Ara mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan program KUR Perumahan yang disebut sebagai program baru di sektor perumahan. Ia menyebut program KUR perumahan menawarkan bunga bersubsidi sebesar 5 persen untuk UMKM dengan nilai pembiayaan maksimal Rp20 miliar.
“Kita akan mempersiapkan program nomor satu KUR perumahan yaitu diciptakan oleh Presiden Prabowo. Pertama kali ada KUR perumahan untuk UMKM disubsidi bunganya 5 persen, bisa sampai Rp20 miliar,” katanya.
Selain itu, masyarakat yang mengakses pembiayaan di bawah Rp100 juta dapat memperoleh bunga 0,5 persen tanpa jaminan. “Dari segi demand itu di bawah Rp100 juta tanpa jaminan dan bunganya 0,5 persen,” ucap Maruarar.
Kementerian PKP menargetkan penyaluran KUR Perumahan di Sulawesi Tenggara dapat mulai berjalan pada Agustus 2026. Karena itu, pemerintah daerah diminta mempersiapkan pelaksanaan program tersebut secara matang.
“Kita targetkan Agustus dengan target Rp500 miliar ya Pak ya. Tolong dipersiapkan dengan matang,” ujar Menteri Ara.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyambut baik rencana penyaluran KUR Perumahan tersebut. Ia menilai program KUR perumahan berpotensi memberikan dampak ekonomi besar bagi wilayahnya.
Andi mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara mencapai 6,23 persen, namun angka kemiskinan masih berada di kisaran 10 persen. Karena itu, pemerintah daerah menilai sektor perumahan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pemerataan pembangunan.
“Sulawesi Tenggara ini pertumbuhan ekonominya 6,23 persen, tetapi di lain pihak, kemiskinan itu masih ada 10 persen. Untuk bisa menyikapi ini, maka harus ada pemerataan,” kata Andi.
Ia juga menyatakan siap menindaklanjuti dan mempersiapkan program tersebut. “Begitu pola ini akan bekerja, maka satu contoh Rp500 miliar itu mampu menggerakkan ekonomi,” ujarnya.
“Satu rumah itu bisa berdampak ke 118 impact yang bisa dikenakan. Sehingga, kita berharap ke depan dengan adanya pola ini maka 10 persen kemiskinan itu bisa berkurang,” ucap gubernur tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....