Pergantian Pemimpin BGN Dinilai Wajar untuk Tingkatkan Efektivitas

  • 03 Jun 2026 12:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menilai pergantian pimpinan BGN merupakan langkah yang wajar.
  • Pergantian kepemimpinan diharapkan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah.
  • Irma menilai pergantian tersebut dapat memperkuat fungsi pengawasan di lingkungan BGN.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menilai pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah yang wajar. Pergantian tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah.

Irma mengatakan pergantian pimpinan dapat memperkuat fungsi pengawasan dan meningkatkan kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan demikian, tujuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat tercapai secara optimal.

"Pergantian ini wajar dilakukan. Agar kontrol dan peningkatan kualitas SPPG menjadi lebih baik, sehingga tujuan program MBG dapat tercapai," ujar Irma dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Politikus Partai NasDem itu juga mengingatkan pentingnya menjaga fokus pelaksanaan program MBG. Menurutnya, sasaran utama program harus tetap menjadi prioritas.

Irma menegaskan sejak awal program MBG perlu difokuskan untuk anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Ia menilai program tidak perlu diperluas ke sasaran lain yang dapat mengurangi fokus pelaksanaannya.

"Saya sudah mengingatkan sejak awal agar fokus pada program MBG untuk anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Tidak perlu melebar ke sasaran lain yang dapat mengurangi fokus pelaksanaan program," kata Irma.

Irma berharap kepemimpinan baru di BGN mampu membawa perbaikan dalam pelaksanaan program MBG. Ia juga berharap target pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai sesuai arahan Presiden.

Menurutnya, pelaksanaan program harus tetap fokus agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal. Komitmen tersebut penting untuk mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.

"Insya Allah ke depan harus lebih baik lagi. Tetap fokus dan mampu mencapai target pemenuhan gizi sebagaimana yang telah ditetapkan Presiden," ucap Irma.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden memutuskan mengganti tiga pejabat pimpinan BGN setelah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama hampir satu setengah tahun terakhir.

"Terdapat pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan pelaksanaan program pemerintah," kata Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Istana Negara, Jakarta, Selasa 2 Juni 2026.

Tiga pejabat yang diganti yakni Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, serta Ludwig Pusung dan Sony Sanjaya yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Presiden selanjutnya menunjuk Nanik S. Deang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala BGN dipercayakan kepada Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono.

Prasetyo mengatakan, Presiden menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam membangun fondasi organisasi serta mengawal pelaksanaan program-program BGN sejak lembaga tersebut dibentuk.

Menurutnya, pemerintah berharap kepemimpinan baru dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah.

"Kami berharap pimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Prasetyo menjelaskan, keputusan pergantian pimpinan diambil setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, pemerintah daerah, masyarakat, hingga penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan pelaksanaan Program MBG tetap berjalan normal dan tidak akan terganggu.

"Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali. Seluruh unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing," ucapnya.

Pemerintah menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, mendukung kesehatan dan pendidikan anak, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi melalui penguatan sektor pangan nasional dan pemberdayaan pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....