Komisi IX Minta Kepala Baru BGN Langsung Tancap Gas
- 03 Jun 2026 11:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- RKomisi IX DPR RI berharap pimpinan baru BGN dapat langsung bekerja cepat melanjutkan Program MBG.
- Naniek S Deyang dinilai sudah memahami kondisi internal BGN sehingga hanya perlu sedikit adaptasi struktural.
- Program MBG diharapkan tetap fokus pada peningkatan gizi anak dan pemerataan ekonomi masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh berharap pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) dapat langsung bekerja cepat melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pergantian kepemimpinan tidak boleh mengganggu keberlanjutan program prioritas pemerintah tersebut.
Ninik menilai Kepala BGN yang baru, Naniek S Deyang, bukan sosok baru di lingkungan BGN. Sehingga ia meyakini sudah memahami pola kerja dan berbagai tantangan yang dihadapi lembaga tersebut.
“Bu Nanik bukan orang baru di BGN, jadi saya yakin beliau sudah tahu seluk beluk di badan ini. Tinggal adaptasi sedikit dalam hal strukturalnya saja dan langsung bisa tancap gas,” kata Ninik kepada RRI.CO.ID melalui pesan tertulis, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa Program MBG berjalan sesuai tujuan utama pemerintah. Khususnya fokus pada meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat pemerataan ekonomi masyarakat.
“Karena MBG salah satu program andalan Presiden Prabowo. Jadi Bu Nanik dan tim harus mampu benar-benar membawa program ini sesuai dengan dua filosofi dasarnya,” ujarnya.
Menurut Ninik, dua filosofi utama tersebut adalah peningkatan kualitas gizi generasi muda dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pelibatan sektor pangan lokal. Karena itu, tata kelola program harus dijalankan secara disiplin dan tepat sasaran.
Ia juga memastikan Komisi IX DPR RI akan segera menggelar rapat kerja bersama jajaran pimpinan baru BGN. Langkah itu dilakukan untuk memastikan proses transisi berjalan baik dan program tetap terkawal.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Naniek S Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membeberkan alasan Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Selain Dadan, Presiden juga mencopot dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
"Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi. Dari situ, banyak catatan-catatan yang itu menjadi dasar pertimbangan oleh presiden untuk melakukan pergantian ini," kata Prasetyo, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Catatan itu di antaranya terkait kedisiplinan di dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kemudian juga kedisplinan dalam menjalankan tata kelola dan kedisplinan dalam menjaga kualitas makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....