Setiap 3 Juni, Ini Sejarah dan Tujuan Peringatan Hari Sepeda Sedunia oleh PBB
- 03 Jun 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebagian masyarakat Indonesia belum mengetahui, jika hari ini, Rabu, 3 Juni 2026, adalah peringatan Hari Sepeda Sedunia.
- Simak sejarah hingga tujuan dibentuknya Hari Sepeda Sedunia oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2018 silam.
- Melansir laman World Health Organization (WHO) hingga United Nations General Assembly (UNGA), peringatan Hari Sepeda Sedunia sebagai kampanye transportasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebagian masyarakat Indonesia belum mengetahui, jika hari ini, Rabu, 3 Juni 2026, adalah peringatan Hari Sepeda Sedunia. Peringatan Hari Sepeda Sedunia ini, diperingati setiap tanggal 3 Juni tiap tahunnya.
Simak sejarah hingga tujuan dibentuknya Hari Sepeda Sedunia oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2018 silam. Peringatan global ini, menegaskan pentingnya sepeda sebagai sarana mobilitas yang sederhana serta mudah dijangkau.
Dilansir World Health Organization (WHO) hingga United Nations General Assembly (UNGA), peringatan Hari Sepeda Sedunia sebagai kampanye transportasi. Yakni, kampanye transportasi berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Hari Sepeda Sedunia resmi ditetapkan melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2018. Penetapan tersebut mendapat dukungan negara-negara anggota PBB untuk mendorong mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Sepeda dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengurangan emisi serta menjaga kualitas lingkungan. Penggunaannya juga membantu menekan ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil dalam aktivitas sehari-hari.
Selain ramah lingkungan, bersepeda memberikan manfaat kesehatan bagi berbagai kelompok usia masyarakat. Aktivitas ini membantu meningkatkan kebugaran tubuh sekaligus menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai, bersepeda dapat menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Risiko stroke, diabetes, kanker tertentu, hingga kematian dini dapat berkurang melalui aktivitas fisik rutin.
WHO juga menekankan, pentingnya pembangunan jalur sepeda dan fasilitas pejalan kaki yang aman. Ketersediaan infrastruktur tersebut dapat memperluas akses transportasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
| Baca juga: Hari Susu Nusantara Perkuat Edukasi Gizi |
Bagi warga perkotaan, sepeda menjadi pilihan mobilitas yang ekonomis dan efisien untuk berbagai kebutuhan. Moda transportasi ini juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kota besar.
Perayaan Hari Sepeda Sedunia turut mengingatkan pentingnya akses transportasi yang inklusif bagi semua kalangan. Sepeda dinilai mampu mempermudah akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan fasilitas sosial.
Gagasan Hari Sepeda Sedunia berkembang dari inisiatif Profesor Leszek Sibilski sejak 2015. Kampanye tersebut kemudian mendapat dukungan internasional hingga berkembang menjadi gerakan global.
Melalui peringatan ini, masyarakat diajak menjadikan sepeda sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan nyaman untuk generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....