Hari Susu Nusantara Perkuat Edukasi Gizi
- 02 Jun 2026 21:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Susu Nusantara 2026 dorong peningkatan konsumsi susu masyarakat
- Pemerintah, industri, peternak, dan pelaku usaha perkuat kolaborasi sektor persusuan
- Konsumsi susu dinilai penting untuk mendukung pemenuhan gizi anak
- Utilisasi industri pengolahan susu nasional saat ini mencapai 72 persen
- Konsumsi susu 23 liter per kapita per tahun berpotensi menaikkan utilisasi industri menjadi 95 persen
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah, industri pengolahan susu, peternak, dan pelaku usaha memperingati Hari Susu Nusantara 2026 dengan memperkuat kolaborasi peningkatan konsumsi susu masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pemenuhan gizi dan mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, mengatakan Hari Susu Nusantara merupakan wujud sinergi lintas sektor untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh gizi yang optimal.
"Hari Susu Nusantara bukan sekadar peringatan tahunan. Ini adalah wujud nyata sinergi lintas sektor. Dari pemerintah, industri, peternak, hingga masyarakat bersama-sama memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dengan gizi yang optimal," kata Widiastuti dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Widiastuti, industri pengolahan susu nasional masih memiliki ruang pengembangan yang besar. Saat ini tingkat utilisasi industri pengolahan susu nasional berada pada angka 72 persen.
Ia menjelaskan peningkatan konsumsi susu hingga sekitar 23 liter per kapita per tahun berpotensi mendorong utilisasi industri menjadi 95 persen. Kondisi tersebut juga dapat membuka peluang investasi dan memperkuat ekosistem industri susu nasional dari hulu hingga hilir.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Gunalan, mengatakan edukasi konsumsi susu sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat pada anak dan keluarga Indonesia.
"Edukasi konsumsi susu sejak dini menjadi langkah penting. Perihal ini, untuk membangun kebiasaan hidup sehat anak Indonesia dan keluarganya," katanya.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, menegaskan peternak sapi perah lokal memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan nasional. Karena itu, penguatan sektor persusuan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan peternak.
"Penghargaan terhadap peternak sapi perah lokal sebagai bagian penting. Bagian penting dalam rantai pasok pangan nasional,"ucapnya.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintari, mengatakan, industri susu nasional memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Menurutnya, inovasi produk dan penguatan rantai pasok nasional menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan industri persusuan dalam negeri.
"Industri susu nasional memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui inovasi produk dan penguatan rantai pasok nasional," katanya.
Dukungan terhadap Hari Susu Nusantara 2026 juga datang dari industri pengolahan susu nasional. General Manager RND Health and Wellness Divisi Dairy PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Tjatur Budi Lestijaman, mengatakan pemenuhan gizi anak sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.
"Kami percaya investasi terbaik untuk masa depan bangsa dimulai dari pemenuhan gizi anak sejak dini," ucapnya.
Hari Susu Nusantara 2026 diinisiasi Asosiasi Industri Pengolahan Susu, Gabungan Koperasi Susu Indonesia, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Puncak perayaan akan digelar melalui kegiatan Funwalk dan Parade Nusantara di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 14 Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....