Saleh Daulay: Efektivitas Program Ekraf Harus Didukung Anggaran yang Memadai
- 03 Jun 2026 00:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai kerja sama lintas sektor Kementerian Ekonomi Kreatif berjalan cukup baik.
- Saleh mengingatkan efektivitas program ekonomi kreatif tetap bergantung pada dukungan anggaran yang memadai.
- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan produk kreatif daerah didorong menembus pasar nasional hingga global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai capaian dan kerja sama lintas sektor Kementerian Ekonomi Kreatif berjalan cukup baik. Namun, ia mengingatkan efektivitas program tetap bergantung pada dukungan anggaran yang memadai.
Saleh menilai Kemenekraf aktif membangun koordinasi dengan berbagai kementerian maupun lembaga di tingkat pusat dan daerah. “Saya kira apa yang disampaikan itu lumayan bagus ya, karena kerja sama lintas sektornya bagus juga,” kata Saleh saat ditemui RRI.CO.ID usai rapat bersama Komisi VII DPR RI dengan Menteri Ekonomi Kreatif di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Langkah tersebut dianggap sangat perlu untuk memperluas pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional. Ia mengatakan kolaborasi lintas kementerian menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan program-program ekonomi kreatif.
Namun, pelaksanaan program dinilai tidak akan berjalan maksimal jika dukungan pembiayaan terbatas. “Kerja sama seperti itu tidak akan efektif kalau memang anggarannya tidak tersedia,” ujarnya.
Saleh menjelaskan kondisi anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif saat ini mengalami tekanan akibat beberapa kali efisiensi anggaran. Dampaknya dirasakan pada sejumlah program di tingkat kedeputian.
Menurutnya, sisa anggaran yang tersedia hingga pertengahan tahun relatif kecil dibanding kebutuhan program yang masih harus dijalankan. Karena itu, dukungan finansial dinilai penting agar target kerja kementerian tetap dapat dicapai.
“Ketika kita bekerja sama dengan kementerian lain, ya anggarannya harus ada. Supaya programnya juga bisa dilakukan,” ucap Saleh.
Sebelumnya, Komisi VII DPR RI menyetujui usulan penambahan anggaran Rp937 miliar untuk Kementerian Ekonomi Kreatif sesuai kebutuhan masing-masing unit Eselon I. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menyatakan, tambahan anggaran akan diprioritaskan untuk memperkuat ekosistem ekraf.
Ia menegaskan, program-program yang didorong akan difokuskan pada pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah. “Kami mendorong agar produk kreatif dari daerah bisa masuk ke pasar nasional yang sudah kuat, lalu ditingkatkan untuk menembus pasar global,” ujar Riefky.
Ia menambahkan Kemenekraf juga berupaya mendorong penguatan kekayaan intelektual (IP), brand, serta produk industri kreatif Indonesia. Tujuannya agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus bersaing di pasar internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....