Komisi VII Berharap Presiden Prabowo Beri Perhatian Besar pada Sektor Ekraf

  • 03 Jun 2026 00:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay berharap Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap sektor ekonomi kreatif.
  • Saleh menilai ekonomi kreatif menjadi salah satu kunci membangun bangsa yang inovatif dan berdaya saing.
  • Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengusulkan tambahan anggaran Rp937 miliar untuk memperkuat program prioritas ekraf nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay berharap Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar terhadap sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, ekonomi kreatif menjadi salah satu kunci membangun bangsa yang inovatif dan berdaya saing.

“Tentu saya berharap Presiden juga mempunyai perhatian yang besar pada persoalan ekonomi kreatif ini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang kreatif, bangsa yang besar adalah bangsa yang inovatif,” kata Saleh kepada RRI.CO.ID usai rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Ekonomi Kreatif di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Saleh, perhatian pemerintah terhadap ekonomi kreatif perlu diperkuat agar program-program yang telah dirancang dapat berjalan optimal. Ia menyebut sektor tersebut juga menjadi tantangan yang perlu diselesaikan pemerintahan Presiden Prabowo.

Saleh menjelaskan kondisi anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif saat ini cukup terbatas akibat beberapa kali efisiensi anggaran. Dampaknya dirasakan pada sejumlah program di tingkat kedeputian.

"Sekarang ini ternyata di tengah tahun, empat kedepudian ini hanya menyisakan anggaran sebesar Rp13,9 miliar. Jadi kalau hanya sebesar Rp. 13.9 miliar, berarti kita khawatir ini tidak cukup untuk membiayai program-program dan bidang-bidang yang masih tersisa," ucap Saleh.

Karena itu, Komisi VII DPR RI mendorong adanya dukungan anggaran tambahan agar agenda program yang telah disusun sejak awal periode pemerintahan dapat diselesaikan dengan baik. Menurut Saleh, penguatan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan kebijakan dan pembiayaan yang memadai.

“Kalau memang anggarannya tidak tersedia, kerja sama yang dibangun tidak akan efektif. Jadi mesti ada dukungan finansial yang cukup,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengusulkan dukungan penambahan anggaran belanja sampai akhir 2026 sebanyak Rp937 miliar. Tujuannya untuk memastikan program penguatan ekonomi kreatif nasional berdampak pada kebutuhan percepatan target nasional.

“Usulan ini diarahkan untuk memastikan program prioritas dapat berjalan lebih optimal. Terutama dalam menjawab kebutuhan percepatan target nasional, penguatan kapasitas pelaku, perluasan akses pembiayaan dan pasar serta penciptaan dampak ekonomi yang lebih nyata,” kata Riefky.

Ia mengatakan usulan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun anggaran 2026 dilakukan untuk mempercepat pencapaian target khususnya investasi, ekspor dan penyerapan tenaga kerja ekraf. Dukungan juga diharapkan meliputi aspek regulasi, koordinasi, dan pengawasan agar penguatan ekraf dapat berdampak langsung bagi pelaku ekraf di seluruh Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....