Kementrans Jajaki Pengembangan Kawasan Transmigrasi dengan Tiongkok

  • 02 Jun 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Transmigrasi
  • Duta Besar Tiongkok
  • Kawasan Transmigrasi
  • Pengembangan Kawasan
  • Kerja Sama Bilateral
  • Potensi Transmigasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara akan mendampingi Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Wang Lutong. Menteri Iftitah bersama Dubes Wang Lutong akan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kawasan transmigrasi strategis di Indonesia.

Menteri Iftitah menyebut, kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk memperkenalkan potensi kawasan transmigrasi kepada mitra internasional. Menurutnya, kunjungan ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat mempercepat pembangunan kawasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan ini akan dilaksanakan di Papua Selatan, Papua Barat Daya, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Upaya tersebut sebagai bagian dari penjajakan peluang kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok.

Kerja sama ini dalam bidang ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pendidikan vokasi, perdagangan, investasi, serta pengembangan pariwisata. Menteri Iftitah menegaskan, seluruh peluang kerja sama yang dijajaki dalam kunjungan ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kawasan transmigrasi memiliki lahan, sumber daya manusia, potensi ekonomi yang sangat besar, kami bangun bukan sekadar kawasan permukiman. Tetapi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Selasa 2 Juni 2026.

Agenda pertama akan dilaksanakan di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan yang merupakan sentra produksi pangan nasional. Dengan hamparan sawah lebih dari 40 ribu hektare yang menjadi bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Selain meninjau kawasan pertanian, rombongan juga akan mengunjungi pusat kota Kawasan Transmigrasi Salor. Wilayah tersebut kini telah berkembang sebagai bagian penting dari Ibu Kota Provinsi Papua Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak akan meninjau lokasi yang direncanakan menjadi pusat kerja sama pengembangan kawasan. Kerja sama dilakukan melalui hibah Pemerintah Tiongkok, antara lain untuk pembangunan Pusat Pengembangan dan Riset Padi.

Selain itu, juga ada kerja sama pembangunan Sekolah Vokasi Pertanian, serta Pusat Pengentasan Kemiskinan. Pembangunan tersebut diharapkan dapat menjadi model pembangunan berbasis peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, rombongan akan mengunjungi kawasan transmigrasi Raja Ampat, Papua Barat Daya yang bertujuan melihat potensi pengembangan ekonomi kawasan. Kunjungan tersebut sekaligus menjajaki peluang kerja sama promosi pariwisata Raja Ampat kepada wisatawan Tiongkok.

Di Halmahera Utara, Maluku Utara, rombongan akan meninjau kawasan transmigrasi yang memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kelapa. Peninjauan tersebut dapat membuka peluang kerja sama memperkuat hilirisasi industri kelapa sekaligus memperluas akses ekspor hasil produksi masyarakat.

Kunjungan kerja kemudian akan dilanjutkan ke kawasan transmigrasi di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini menjadi bagian memperkenalkan dan mempromosikan Labuan Bajo kepada masyarakat Tiongkok sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia.

“Investasi yang masuk harus menciptakan manfaat langsung bagi masyarakat, harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan, memperluas akses pasar. Meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi maupun masyarakat lokal di sekitarnya,” ucapnya.

Menteri Iftitah menambahkan, transformasi transmigrasi yang saat ini dijalankan pemerintah berorientasi pada pembangunan kawasan yang produktif. Selain itu, pembangunan kawasan juga didorong berdaya saing dan terhubung dengan pasar nasional maupun global.

Kunjungan kerja ini diharapkan terbangun kerja sama yang erat antara Indonesia dan Tiongkok dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi. Di antaranya menjadi pertumbuhan ekonomi baru, pusat produksi pangan, pusat pengembangan komoditas unggulan, serta pusat-pusat pengentasan kemiskinan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....