Tim Jibom Polda Papua Temukan Granat Nanas di Lokasi Ledakan saat Sterilisasi

  • 02 Jun 2026 15:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim Jibom menemukan satu granat nanas modifikasi dan dua proyektil di lokasi ledakan Biak.
  • Sterilisasi dilakukan untuk mendukung pencarian tiga korban yang masih belum ditemukan.
  • Masyarakat diminta menjauhi lokasi karena diduga masih terdapat material berbahaya peninggalan perang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menemukan granat nanas yang dimodifikasi di lokasi ledakan. Temuan tersebut diperoleh saat penyisiran dan sterilisasi awal di Kompleks Perikanan Fandoi, Selasa, 2 Juni 2026.

Ledakan sebelumnya diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. Lokasi kejadian berada di Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.

Petugas juga menemukan dua proyektil yang amunisinya telah diambil menggunakan gerinda. Seluruh temuan diamankan untuk mencegah potensi bahaya bagi masyarakat dan petugas.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan temuan tersebut memperkuat dugaan adanya material berbahaya. Karena itu, sterilisasi dan penyisiran lanjutan dilakukan secara menyeluruh.

“Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua tiba di Kabupaten Biak Numfor pada Senin sore. Tim langsung bergabung dengan unsur gabungan penanganan pascaledakan,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2026.

Ari menjelaskan, tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, dan pemerintah daerah. Seluruh unsur terlibat sejak awal dalam pengamanan serta penanganan pascaledakan.

Menurutnya, proses sterilisasi sangat penting untuk mendukung pencarian tiga korban yang belum ditemukan. Pencarian dilakukan setelah area dinyatakan aman bagi petugas gabungan.

“Kami berharap proses sterilisasi dapat berjalan maksimal sehingga pencarian korban dapat dilakukan dengan aman. Setiap temuan material peledak harus diberi penanda untuk memudahkan pencarian,” ujarnya.

Wadanki Brimob Kompi 4 Batalion A IPTU Hidayatullah Bauw meminta masyarakat menjauhi lokasi kejadian. Area tersebut harus tetap steril selama pemeriksaan dan penyisiran berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi menyeluruh,” ujarnya.

Berdasarkan informasi lapangan, kawasan sekitar lokasi memiliki sejumlah bunker peninggalan masa perang. Selain itu terdapat beberapa lubang yang diduga masih menyimpan material berbahaya.

Kondisi tersebut membuat proses sterilisasi harus dilakukan secara hati-hati. Petugas menggunakan peralatan khusus sesuai standar penanganan bahan peledak.

Hidayatullah mengimbau masyarakat tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan. Warga juga diminta tidak membongkar benda yang diduga peninggalan perang.

Apabila menemukan benda mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor kepada kepolisian terdekat. Penanganan akan dilakukan personel yang memiliki keahlian khusus.

“Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman. Dengan demikian pencarian korban dan penanganan pascakejadian berjalan optimal,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....