Polda Papua Terus Lakukan Pencarian Korban Pascaledakan di Biak Numfor
- 02 Jun 2026 14:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim gabungan masih mencari tiga korban ledakan yang belum ditemukan di Biak.
- Petugas menemukan 13 serpihan tubuh korban dan sejumlah bahan peledak berbahaya.
- Sebanyak 56 warga mengungsi dan 18 orang mengalami luka ringan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim gabungan masih melakukan pencarian korban pascaledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. Ledakan tersebut terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu, 31 Mei 2026.
Hingga saat ini, lima korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi oleh petugas. Seluruh korban telah dimakamkan di TPU Sorido, Distrik Biak Kota.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan pencarian masih dilakukan terhadap tiga korban. Korban tersebut hingga kini belum berhasil ditemukan oleh tim gabungan.
"Fokus pencarian saat ini dilakukan di area Ring 2, khususnya wilayah pantai dan perairan. Area Ring 1 masih belum dinyatakan aman untuk pencarian maksimal," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2026.
Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Operasi pencarian difokuskan pada wilayah yang dinilai aman bagi petugas.
Tim Temukan Serpihan Tubuh Korban
Dalam proses pencarian, tim gabungan berhasil menemukan 13 serpihan bagian tubuh korban. Temuan tersebut selanjutnya diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua dan RSUD Biak.
Pemeriksaan dilakukan untuk membantu proses identifikasi para korban ledakan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung.
Selain pencarian korban, Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua melakukan penyisiran lokasi. Tim tersebut telah tiba di Biak dan langsung melaksanakan sterilisasi awal.
Dari hasil penyisiran, petugas menemukan dua proyektil yang telah diambil amunisinya. Petugas juga menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi.
Seluruh benda berbahaya tersebut telah diamankan oleh petugas. Pemusnahan dilakukan pada Senin sore sekitar pukul 18.00 WIT.
Granat Aktif Masih Ditemukan
Petugas kembali menemukan satu granat aktif yang telah dimodifikasi di lokasi kejadian. Namun, proses pemusnahan belum dapat dilakukan pada hari yang sama.
Kondisi cuaca yang mulai gelap menghambat proses penanganan di lapangan. Pasang air laut juga membatasi jarak pandang dan mobilitas personel.
"Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan kembali melaksanakan sterilisasi menyeluruh di area Ring 1," katanya.
Kapolres memastikan Tim Jibom tetap berada di Biak hingga lokasi dinyatakan aman. Sterilisasi akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya tersisa.
Pada hari ini, operasi diperkuat lima personel tambahan dari Gegana Polda Papua. Tim Inafis Polda Papua juga diterjunkan untuk membantu identifikasi dan olah TKP.
Korban Luka dan Pengungsi Bertambah
Data sementara menunjukkan jumlah korban luka ringan mencapai 18 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang masih menjalani perawatan di RSUD Biak.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 56 orang. Pengungsi terdiri atas 43 orang dewasa dan 13 balita.
Kapolres kembali mengimbau masyarakat tidak memasuki area Ring 1. Kawasan tersebut masih berstatus steril dan berada dalam pengamanan ketat.
"Imbauan ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat. Seluruh unsur aparat juga wajib mematuhi ketentuan tersebut," ujarnya.
Pemda Bentuk Tim Terpadu
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor membentuk tim terpadu untuk menangani dampak sosial kejadian. Tim tersebut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah dan instansi terkait.
Tim terdiri atas unsur Dinas Perikanan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perumahan. Pemerintah distrik, pemerintah kelurahan, serta instansi teknis juga turut dilibatkan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi pengungsian sementara bagi warga terdampak. Kebutuhan dasar masyarakat dipastikan tetap terpenuhi selama proses sterilisasi berlangsung.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Warga diminta tidak kembali sebelum lokasi dinyatakan aman," ujar perwakilan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....