Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Permusuhan
- 02 Jun 2026 14:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Donald Trump mengklaim Israel dan Hizbullah telah sepakat menghentikan permusuhan, setelah pembicaraan diplomatik yang melibatkan kedua pihak, termasuk komunikasi dengan Benjamin Netanyahu dan perwakilan Hizbullah.
- Lebanon mendukung usulan penghentian serangan timbal balik, di mana Israel akan menghentikan serangan ke wilayah selatan Beirut dan Hizbullah berkomitmen untuk tidak melancarkan serangan terhadap Israel.
- Meski ada pengumuman gencatan senjata, situasi di lapangan masih tegang, dengan laporan serangan udara Israel yang terus berlanjut dan lebih dari satu juta warga Lebanon telah mengungsi akibat konflik yang meningkat sejak Maret lalu.
RRI.CO.ID, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan Israel dan Hizbullah telah sepakat untuk menghentikan permusuhan. Pengumuman tersebut disampaikan melalui media sosial pada Senin, 1 Juni 2026.
Melansir dari Al Jazeera, pengumuman tersebut disebut sebagai hasil dari serangkaian pembicaraan diplomatik yang melibatkan kedua pihak. Trump mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang berjanji menghentikan invasi ke pinggiran selatan Beirut.
Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan perwakilan Hizbullah yang menyetujui penghentian seluruh serangan terhadap Israel. Menurut Trump, Israel tidak akan menyerang Hizbullah dan sebaliknya kelompok tersebut juga akan menghentikan serangan terhadap Israel.
Trump menegaskan bahwa pembicaraan terkait gencatan senjata masih terus berlangsung. Pernyataan itu muncul di tengah peringatan Iran bahwa negosiasi dapat gagal apabila Israel terus memperluas operasi militernya di Lebanon.
Kantor Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyatakan bahwa usulan yang sedang dibahas mencakup penghentian serangan Israel ke wilayah selatan Beirut. Sebagai imbalannya, Hizbullah akan berkomitmen untuk tidak melancarkan serangan terhadap Israel.
Pemerintah Lebanon menyatakan bahwa rencana tersebut diharapkan dapat diperluas ke seluruh wilayah negara itu. Beirut juga mengaku telah menerima konfirmasi dari Hizbullah bahwa kelompok tersebut menyetujui proposal penghentian serangan timbal balik.
Namun, laporan dari media resmi Lebanon menyebut serangan udara Israel masih berlanjut meskipun pengumuman gencatan senjata telah disampaikan. Situasi di lapangan juga tetap tegang setelah ribuan warga meninggalkan kawasan Dahiyeh di Beirut selatan menyusul ancaman serangan Israel.
Di tengah upaya diplomatik yang berlangsung, operasi militer Israel di Lebanon masih berlanjut. Konflik yang meningkat sejak Maret lalu telah menyebabkan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....