Simbol Warisan Dunia, Kemenbud Komitmen Jaga Kelestarian Borobudur
- 01 Jun 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah menjaga Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia sekaligus tempat suci umat Buddha.
- Waisak 2026 menjadi momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan perdamaian, serta memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha.
- Pelestarian kawasan Percandian Muaro Jambi turut menjadi perhatian karena pernah menjadi pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 hingga ke-13.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah menjaga Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia sekaligus tempat suci Buddha. Menurutnya, pelestarian Borobudur menjadi tanggung jawab penting untuk menjaga nilai sejarah, budaya, serta spiritual bagi generasi.
Hal itu disampaikannya pada saat menghadiri kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026, Taman Lumbini, Candi Borobudur. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, dan meneguhkan semangat perdamaian.
"Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia yang paling agung. Pada saat yang sama adalah tempat suci bagi jutaan umat Buddha," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin, 1 Juni 2026.
Ia mengatakan, Borobudur merupakan warisan budaya dunia yang memiliki makna besar bagi peradaban manusia hingga kini. Selain menjadi mahakarya arsitektur, candi tersebut juga melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan bagi umat Buddha.
Ia menilai Borobudur tidak sekadar monumen bersejarah yang menyimpan relief serta nilai seni tinggi semata. Lebih dari itu, Borobudur merepresentasikan jejak peradaban yang perlu dijaga keberlanjutannya untuk generasi mendatang bersama.
"Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban. Kita berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang," katanya.
Karena itu, Kementerian Kebudayaan berkomitmen melakukan pelestarian dan perawatan Borobudur secara berkelanjutan dan konsisten. Langkah tersebut dilakukan agar nilai budaya, sejarah, dan spiritual Borobudur tetap terjaga dengan baik.
Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa Waisak merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Buddha di seluruh dunia. Menurutnya, Waisak memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha yang menjadi dasar ajaran Buddha.
"Lebih dari 25 abad silam, tiga peristiwa agung terjadi: kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Sempurna, Parinibbana Sang Buddha. Tiga peristiwa tersebut merupakan satu garis lurus perjalanan, dari pencarian menuju pencerahan, lalu mencapai pembebasan," ujarnya.
Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Hartati Murdaya menyampaikan bahwa Dharmasanti bertujuan memperkokoh pengamalan Dharma. Terutama dalam mempererat persatuan bangsa, serta membawa kedamaian bagi Indonesia.
Dalam pelaksanaan Waisak 2026, ia juga menyinggung pentingnya pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi. Menurutnya, kawasan tersebut pernah menjadi pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 hingga ke-13.
"Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat Biksu besar asal India, Atisha Dipangkara. Ia mempelajari ajaran Buddha kepada Mahaguru Dharmakirti," kata Hartati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....