Candi Borobudur Tetap Buka saat Hari Waisak 2026, Simak Jam Operasionalnya
- 29 Mei 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengelola Candi Borobudur tetap membuka kawasan wisata hingga pukul 14.00 WIB saat Hari Waisak 2026 sebelum persiapan ibadah dimulai.
- Pengunjung hanya diperbolehkan berada di area pelataran candi dan tidak dapat naik ke struktur utama selama rangkaian Waisak berlangsung.
- Perayaan Waisak 2026 akan menghadirkan 2.570 lentera perdamaian dan pertunjukan 570 drone di kawasan Borobudur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur menyampaikan operasional kunjungan wisata Candi Borobudur pada Hari Waisak 2026. Ia mengatakan bahwa kawasan wisata Candi Borobudur tetap dibuka hingga pukul 14.00 WIB pada hari pelaksanaan upacara Waisak.
"Setelah waktu tersebut, pengunjung akan diarahkan meninggalkan area. Hal ini dikarenakan untuk persiapan rangkaian ibadah dan acara puncak Waisak," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pembatasan akses dilakukan demi mendukung kelancaran prosesi keagamaan. Pengunjung nantinya hanya diperbolehkan berada di area pelataran candi dan tidak dapat naik hingga ke struktur utama candi.
"Secara operasional kami tetap buka sampai jam dua siang. Setelah jam dua siang kami akan mulai menganjurkan para pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena kami mempersiapkan rangkaian Waisak," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati menjelaskan jumlah lentera perdamaian 2026 yang diterbangkan mencapai 2.570 buah. Menurut dia, jumlah tersebut bertambah satu dibandingkan tahun sebelumnya sebagai simbol keberuntungan dan harapan baik.
"Setiap tahun kami selalu menambah satu lentera supaya tambah hoki. Tahun ini jumlahnya 2.570 lentera perdamaian," ucapnya.
Ia menuturkan, pertunjukan drone juga akan menjadi daya tarik utama dalam perayaan Waisak tahun ini. Sebanyak 570 drone akan diterbangkan menghiasi langit malam kawasan Borobudur, meningkat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 450 drone.
"Kalau tahun kemarin baru 450 drone, sekarang menjadi 570. Mengambil tiga digit terakhir tahun Buddhis," katanya, menerangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....