Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri Ditegaskan untuk Indonesia
- 31 Mei 2026 20:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menegaskan kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri untuk kepentingan rakyat Indonesia
- 2. Presiden Prabowo memiliki kedekatan dengan pemimpin dunia
- 3. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal memberi masukan kepada Presiden Prabowo untuk mengurangi intensitas perjalanan dinas ke luar negeri
RRI.CO.ID, Jakarta- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) M Qodari menegaskan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri memiliki manfaat untuk Indonesia. Penegasan itu menanggapi kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri , Dino Patti Djalal yang menyoroti Presiden Prabowo sering ke luar negeri.
“Pasti asas manfaat menjadi suatu yang utama bagi Presiden dalam mengambil langkah-langkah termasuk soal ke luar negeri. Manfaat itu dalam pengertian untuk bangsa dan negara,” kata Qodari kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.
Disinggung soal biaya yang besar sehingga terjadi pemborosan, Qodari kembali menyinggung asas kemanfaatan. Pemerintah telah mempertimbangan berbagai aspek untuk kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke luar negeri.
“Ya kembali lagi, bagaimana kemudian azas kemanfaatan yang dibawa itu kan juga harus dipertimbangkan atau diperhitungkan. Kita yakin bahwa apa yang bisa diperoleh dari kunjungan dari Perancis kemarin itu memang betul-betul bisa besar dan signifikan,” tegasnya.
Qodari mencontohkan kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis beberapa hari lalu. Indonesia dan Prancis menjalin kerja sama di bidang pendidikan, teknologi, pertahanan dan sains.
Selain itu, Presiden Prabowo memiliki kedekatan dengan sejumlah pemimpin seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin. Selanjutnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
“Hubungan antara Pak Prabowo dengan para pemimpin dunia hubungannya kan bagus ya, kelebihan dari Pak Prabowo patut kita syukuri. Karena ketika kita memerlukan dukungan dalam hal-hal yang sifatnya krusial, hal tersebut bisa kita dapatkan,” ujarnya.
Kendati demikian, Qodari menyampaikan terima kasih kepada Dino dan masyarakat atas masukan kepada pemerintah. Apalagi masukan kepada pemerintah masih relevan.
“Kita terimakasih atas masukan dan saran ya . Apalagi memang kalau relevan,” katanya.
Sebelumnya diplomat senior Dino Patti Djalal meminta Presiden Prabowo untuk mengurangi kegiatan kenegaraan di luar negeri. Dino mengusulkan formula ‘1 plus 8’ , dengan memanfaatkan forum internasional.
Formula ‘1 plus 8’, Presiden Prabowo dapat melakukan pertemuan dengan kepala negara lain. Menurutnya cara tersebut lebih efisien baik dari sisi anggaran maupun waktu dan tenaga.
"Sembari menyampaikan pidato, Presiden juga bisa menerima atau bertemu paling tidak dengan delapan kepala negara lain yang juga hadir," kata Dino.
Dino juga menyarankan agar Presiden Prabowo memanfaatkan teknologi seperti zoom atau panggilan lainnya. Ia mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang beberapa kali berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa harus bertemu langsung.
“Jadi dengan satu videocall yang benilai 0 rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan keluar negeri. Hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama,” kata Dino yang merupakan sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....