Presiden 'Bawa Pulang' Investasi Rp62,5 triliun dari Prancis

  • 30 Mei 2026 09:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. France–Indonesia High Level Business Council diluncurkan pada 28 Mei 2026
  • 2. Pada peluncurannya menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar atau setara Rp62,5 triliun.
  • 3. France–Indonesia High Level Business Council merupakan forum bisni yang mempertemukan pelaku usaha Prancis dan Indonesia

RRI CO.ID, Paris - Peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi France–Indonesia High Level Business Council menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar atau setara Rp62,5 triliun. Kesepakatan kerja sama difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2026.

Peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi tersebut disaksikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron pada Kamis, 28 Mei 2026. Peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi disela rangkaian kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis.

Rosan mengatakan peluncuran France–Indonesia High Level Business Council sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis. Sekaligus mempercepat realisasi investasi dan perdagangan antara kedua negara.

"Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. Forum ini wadah dialog antara pelaku usaha, menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Rosan.

Forum bisnis tersebut mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis. Total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun atau setara Rp23.199 triliun

Rosan menjelaskan dewan bisnis dipimpin bersama oleh Chair France–Indonesia Business Council MEDEF International sekaligus CEO Danone Antoine de Saint-Affrique, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie. Menurut Rosan, keberadaan dewan bisnis akan mengawal tindaklanjut nota kesepahaman dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya.

CEO Danantara tersebut mengatakan forum dewan bisnis akan mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala investasi. Pada kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat sebanyak 27 MoU ditandatangani dengan nilai lebih dari USD 11 miliar atau Rp196, 39 triliun.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” lanjutnya.

Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menargetkan peningkatan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Dengan dukungan penuh pemerintah Indonesia dan Prancis, Kadin Indonesia dan MEDEF International akan terus memperkuat koridor ekonomi bilateral.

“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutanl,” kata Rosan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....