Menjelajah Wisata Religi hingga Alam di Gua Safarwadi dan Gua Jomblang
- 31 Mei 2026 20:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Destinasi ini memadukan unsur sejarah, spiritualitas, dan keindahan alam.
- Keduanya memiliki daya tarik wisata yang khas dan berbeda.
- Goa Jomblang dikenal dengan keindahan cahaya alami di dalam goa.
- Goa Safarwadi merupakan destinasi wisata religi bernilai sejarah Islam.
RRI.CO.ID, Jakarta – Wisata alam di berbagai daerah Indonesia terus menarik perhatian karena menawarkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung. Tidak hanya menyuguhkan panorama menarik, sejumlah destinasi juga menyimpan nilai sejarah dan keunikan alam tersendiri.
Perpaduan antara unsur edukasi, budaya, dan petualangan membuat tempat-tempat tersebut diminati berbagai kalangan wisatawan saat ini. Pengunjung tidak hanya menikmati suasana sekitar, tetapi juga memperoleh pengalaman yang menambah wawasan selama berwisata.
Salah satu contohnya adalah Goa Safarwadi di Tasikmalaya dan Goa Jomblang di Gunungkidul yang populer. Kedua destinasi tersebut menawarkan daya tarik berbeda, mulai dari wisata religi hingga petualangan alam bawah tanah.
Kasepuhan Pamijahan, KH Endang Adjidin, menjelaskan gua Safarwadi memiliki nilai sejarah Islam yang kuat. Menurutnya, tempat itu menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Goa Safarwadi berada di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Lokasi ini dikenal sebagai kawasan ziarah yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Syekh Abdul Muhyi.
“Setelah beliau berkhalwat di gua itu sebagai gurunya Syekh Abdurrauf untuk meningkatkan ilmu, beliau keluar dari gua setelah selesai. Membuka perkampungan di antar gua yang sekarang letaknya menjadi Kampung Desa Pamijahan, dikenal dulunya diberi nama oleh beliau Kampung Safarwadi,” kata KH Endang dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Minggu, 31 Mei 2026
Ia mengatakan kunjungan wisatawan berlangsung hampir setiap hari sepanjang tahun. Peningkatan jumlah peziarah biasanya terjadi pada bulan Rabiul Awal, Syaban, Rajab, dan Muharam.
"Kalau dari sebagian besar dari bagian Jawa itu menggunakan waktu Jumat Kliwon. Dari Kliwonan,” kata dia.
Selain berziarah, pengunjung juga mengikuti kegiatan keagamaan di kawasan goa tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi doa bersama, tawasul, salawat, dan istigasah.
Sementara itu, Goa Jomblang di Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menawarkan wisata petualangan alam. Destinasi ini berada di kawasan Karst Gunung Sewu yang terbentuk melalui proses geologi alami.
Pemandu wisata Goa Jomblang, M Yusuf Abdul Latif, menjelaskan lokasi tersebut memiliki karakteristik collapse doline. Fenomena itu membentuk hutan purba di dasar goa yang masih terjaga hingga sekarang.
Daya tarik utama Goa Jomblang adalah fenomena cahaya matahari yang masuk ke dalam goa. Fenomena tersebut dikenal wisatawan sebagai ray of light atau cahaya surga.
"Sinarnya itu mulai tampak jam setengah sebelas, jam sebelas sampai jam satu siang. Jadi kalau lebih pagi tidak bisa ya,” ungkapnya.
Menurut Yusuf, wisatawan dapat menikmati berbagai ornamen alami di dalam goa. Ornamen tersebut meliputi stalaktit, stalagmit, rimstone, gourdam, hingga mutiara goa.
Pengelola membuka kunjungan mulai pukul 08.00 WIB setiap hari. Tiket dapat dibeli secara daring atau langsung di lokasi selama kuota belum terpenuhi.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, jumlah pengunjung dibatasi 80 orang per hari. Wisatawan juga mendapatkan perlengkapan keselamatan sebelum turun ke dalam goa sedalam 60 meter.
Keberadaan Goa Safarwadi dan Goa Jomblang menunjukkan beragam potensi wisata Indonesia yang menarik untuk dikunjungi masyarakat. Keduanya menawarkan pengalaman berbeda melalui perpaduan nilai sejarah, spiritualitas, edukasi, serta keindahan alam yang khas. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....