Menag Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak 2570 Momentum Menjaga Perdamaian Dunia

  • 31 Mei 2026 13:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Agama mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis sebagai momentum untuk memperkuat komitmen menebarkan kebajikan.
  • Kehidupan beragama disebut Menag harus menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan
  • Menag menilai semangat menjaga perdamaian dunia sejatinya berawal dari hati setiap individu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama (Menag)Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menerbarkan kebajikan di Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis. Ia juga mengajak mempererat persaudaraan dan menjaga perdamaian dunia.

Menurut Menag, tema Waisak 2026, yakni "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia", sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Mengingat kondisi global saat ini masih diwarnai berbagai konflik dan tantangan kemanusiaan.

"Dharma bukan sekadar ajaran. Melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, kebijaksanaan serta di tengah dinamika zaman," ujar Nasaruddin dalam pesannya memperingati Hari Tri Suci Waisak yang disampaikan kepada wartawan, Minggu 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan Dharma tidak hanya dipahami sebagai ajaran keagamaan. Dharma juga menjadi pedoman hidup yang membimbing manusia.

Pedoman itu mengajarkan nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan. Menurutnya, nilai tersebut penting dalam kehidupan sehari-hari.

Menag menilai semangat menjaga perdamaian dunia sejatinya berawal dari hati setiap individu. Karena itu, nilai cinta kasih harus menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Menurutnya, komitmen menjaga perdamaian juga sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dimana menegaskan peran Indonesia dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Menag menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab menjamin seluruh warga negara menjalankan ibadah sesuai keyakinannya secara aman dan khidmat. "Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat," katanya.

"Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa," ujar Nasarudin. Ia juga menekankan bahwa seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.

"Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa," ujarnya.

Menag berharap Waisak menjadi ruang refleksi bersama. Momentum ini penting untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

"Selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis. Semoga semua makhluk hidup berbahagia," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....