Progres Sekolah Rakyat Lombok Utara Capai 45 Persen

  • 31 Mei 2026 12:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PU minta pembangunan dipercepat
  • Sekolah ditargetkan fungsional tahun ajaran 2026/2027
  • Dody apresiasi dukungan TNI dan penyedia jasa
  • Sekolah Rakyat NTB dibangun di lahan 6,71 hektare
  • Progres Sekolah Rakyat Lombok Utara capai 45,42 persen

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat progres pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mencapai 45,42 persen. Pemerintah mempercepat pekerjaan agar fasilitas tersebut dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Percepatan pembangunan itu ditinjau langsung Menteri PU Dody Hanggodo di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Jumat, 29 Mei 2026. Sekolah tersebut menjadi salah satu proyek prioritas pendidikan di Nusa Tenggara Barat.

“Ini akan jadi tumpuan Sekolah Rakyat di NTB, yang lain masih menghadapi berbagai kendala kesiapan lahan dan akses. Karena itu saya minta progres di sini terus dipercepat agar minimal dapat fungsional sehingga adik-adik kita sudah bisa mulai sekolah di sini,” kata Dody dalam keterangan tertulisnnya yang diterima, Minggu, 31 Mei 2026.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat Lombok Utara menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Lokasi tersebut dinilai paling siap dibanding sejumlah titik pembangunan Sekolah Rakyat lainnya di Nusa Tenggara Barat.

“Bagus, keren, progresnya melesat, saya surprise, nggak ngira secepat ini. Ini sesuai komitmen penyedia jasa dan support dari TNI serta teman-teman di lapangan,” ucapnya.

Dody mengapresiasi dukungan TNI dan berbagai pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci penyelesaian program prioritas nasional tersebut.

“Saya berterima kasih atas dukungan TNI dan seluruh pihak yang terus bekerja keras di lapangan. Semangat gotong royong seperti ini yang dibutuhkan agar target penyelesaian dapat tercapai,” katanya.

Sekolah Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat dibangun di atas lahan seluas 6,71 hektare. Sekolah ini memiliki total luas bangunan mencapai 28.445,78 meter persegi.

Kompleks pendidikan itu dilengkapi gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa dan guru, masjid, dan kantin. Lalu gedung serbaguna, lapangan olahraga, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Nilai kontrak pembangunan mencapai Rp241,97 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Untuk mempercepat pekerjaan, Kementerian PU menambah alat berat, tenaga kerja, hingga menerapkan sistem kerja dua hingga tiga shift.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....