Mensos Minta Sekolah Rakyat Siap Bertransformasi
- 30 Mei 2026 07:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Sekolah Rakyat Diminta Siap Transformasi
- Sekolah Rakyat Permanen Mulai Beroperasi Bertahap
- Kemensos Targetkan 93 Titik Rampung Juni
- Gus Ipul Tekankan Standar Layanan Seragam
- Pengawasan Asrama Diperkuat Dengan CCTV
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, meminta pengelola Sekolah Rakyat bersiap menghadapi operasional sekolah permanen. Sekolah Rakyat permanen akan mulai digunakan secara bertahap tahun ini.
Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat permanen memiliki tantangan berbeda dibanding sekolah sementara. Karena itu, kepala sekolah diminta meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola lembaga.
“Sekolah Rakyat permanen bukan versi lebih besar dari Sekolah Rakyat sementara. Ini institusi yang berbeda dan tuntutannya juga berbeda,” kata Gus Ipul saat rapat koordinasi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat 29 Mei 2026.
Menurutnya, pembangunan fasilitas permanen harus diimbangi kesiapan sumber daya manusia. Kompleks Sekolah Rakyat dibangun di lahan 7 hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa.
Gus Ipul menegaskan seluruh unsur sekolah memiliki peran dalam membentuk karakter siswa. Mulai dari kepala sekolah, guru, wali asuh, hingga petugas kebersihan.
“Mulai sekarang, bukan nanti. Kesiapan harus dibangun jauh sebelum Sekolah Rakyat permanen diresmikan,” ucapnya.
Kemensos juga meminta seluruh Sekolah Rakyat menyusun standar operasional prosedur yang seragam. Standar tersebut mencakup pembelajaran, kesehatan, pengasuhan, ibadah, hingga kehidupan asrama.
“Tidak boleh ada Sekolah Rakyat yang kualitas layanannya jauh berbeda dengan yang lain,” katanya.
Selain itu, pengelolaan asrama akan diperkuat dengan sistem pengawasan berbasis teknologi. Kemensos akan memanfaatkan CCTV untuk mendukung pembinaan siswa selama 24 jam.
“Anggap seperti mengelola hotel bintang lima. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” ucap Gus Ipul.
Ia juga meminta peringatan satu tahun Sekolah Rakyat pada Juli mendatang menjadi ajang pembuktian manfaat program. Seluruh sekolah diminta menggelar open house yang melibatkan masyarakat, media, tokoh daerah, dan influencer.
“Satu tahun Sekolah Rakyat bukan seremoni. Ini pembuktian bahwa program ini nyata dan berdampak,” ucapnya.
Saat ini terdapat 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II. Seluruhnya ditargetkan selesai pada Juni 2026 dan mulai digunakan pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....