DPR Pertanyakan Wacana Bahasa Prancis Masuk Sekolah
- 31 Mei 2026 10:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wacana pengajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia mulai menuai sorotan. Komisi X DPR RI meminta pemerintah menjelaskan secara rinci arah kebijakan tersebut.
Terutama terkait kesiapan guru, kurikulum, hingga mekanisme penerapannya di lapangan. Hal tersebut dilontarkan langsung Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani.
Lalu mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam rapat kerja mendatang. Menurutnya, hingga kini belum ada gambaran jelas mengenai roadmap implementasi pengajaran Bahasa Prancis di sekolah.
“Karena sebelumnya juga sempat muncul wacana Bahasa Portugis. Namun, sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut baik dari sisi roadmap, regulasi, maupun kesiapan implementasinya,” kata Lalu dalam keterangan tertulis, Minggu, 31 Mei 2026.
Isu ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan instruksi agar sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan Bahasa Prancis. Lalu menilai penguasaan bahasa asing memang menjadi kebutuhan penting di tengah persaingan global.
Namun, kebijakan pendidikan tidak bisa hanya berangkat dari momentum diplomasi internasional tanpa perencanaan yang matang. Menurutnya, pemerintah perlu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar.
Yakni mulai dari ketersediaan tenaga pengajar Bahasa Prancis, kesiapan kurikulum nasional. Hingga manfaat strategis yang akan diperoleh peserta didik.
“Penguatan kemampuan bahasa asing memang penting. Namun, kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional,” ujarnya.
Komisi X DPR juga mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menambah beban sekolah jika belum didukung sumber daya yang memadai. Apabila kesiapan implementasi belum menyeluruh, pengajaran Bahasa Prancis dinilai lebih realistis diterapkan secara bertahap.
Misalnya sebagai mata pelajaran pilihan atau program khusus di sekolah tertentu. Dengan demikian, penguatan kompetensi bahasa asing tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru dalam sistem pendidikan nasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia mulai menerapkan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran. Instruksi itu disampaikan Prabowo saat kunjungan kenegaraan di Paris, Prancis.
Prabowo yang sudah mengunjungi Prancis sebanyak tiga kali dalam satu tahun ini mengatakan hubungan kedua negara sangat baik. Dia ingin meningkatkan hubungan dalam hal sains dan teknologi, serta pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....