Komisi IV DPR Minta Publik Optimistis Soal Swasembada Pangan
- 30 Mei 2026 22:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, mengajak masyarakat tetap optimistis terhadap agenda swasembada pangan nasional.
- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan mengatakan, berbagai tantangan global tidak boleh melemahkan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan pangan sendiri.
- Indonesia memiliki sumber daya, lahan, petani, dan teknologi yang cukup untuk mewujudkan swasembada pangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, mengajak masyarakat tetap optimistis terhadap agenda swasembada pangan nasional. Menurutnya, berbagai tantangan global tidak boleh melemahkan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan pangan sendiri.
Ia mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya, lahan, petani, dan teknologi yang cukup untuk mewujudkan swasembada pangan. Karena itu, masyarakat diminta tidak terjebak pada narasi pesimisme yang dapat mengganggu semangat membangun kemandirian pangan.
“Kita harus tetap optimistis. Bangsa ini memiliki sumber daya, lahan, petani, teknologi, dan kemampuan untuk mewujudkan swasembada pangan,” kata Ahmad Yohan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurutnya, swasembada pangan bukan sekadar program pemerintah. Agenda tersebut menyangkut ketahanan nasional, kedaulatan negara, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai kemampuan memproduksi pangan secara mandiri menjadi fondasi penting di tengah ketidakpastian global. Semakin kuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan sendiri, semakin kuat pula posisi bangsa menghadapi tekanan dunia.
“Ketika bangsa ini sedang bergerak menuju swasembada. Karena dibutuhkan adalah dukungan, pengawasan, dan kritik yang konstruktif,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada prediksi berlebihan terkait ancaman iklim. Menurutnya, narasi mengenai potensi Godzilla El Nino perlu disikapi secara proporsional berdasarkan data ilmiah.
“Jangan sampai muncul narasi-narasi yang bisa membuat masyarakat panik. Bahkan mengganggu stabilitas negara,” katanya.
Ia juga mendukung langkah pemerintah memperkuat pengawasan sektor pangan dan memberantas mafia pangan. Menurutnya, praktik tersebut dapat merugikan petani dan menghambat upaya mewujudkan kedaulatan pangan.
Optimisme itu didukung capaian sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir. Produksi padi nasional meningkat dari sekitar 53 juta ton gabah kering giling pada 2024 menjadi 60,34 juta ton pada 2025.
Produksi beras nasional juga mencapai 34,69 juta ton pada 2025. Angka itu lebih tinggi dibanding kebutuhan konsumsi nasional sekitar 31 juta ton.
Selain itu, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog pada Mei 2026 mencapai 5,3 juta ton. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan Nilai Tukar Petani pada Maret 2026 mencapai 125,35. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
“Petani Indonesia telah membuktikan bahwa di tengah berbagai tantangan mereka tetap mampu menjaga produksi. Sekaligus memastikan pangan tersedia bagi seluruh rakyat,” ucapnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....