Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri, Komitmen Dukung Swasembada Pangan

  • 16 Mei 2026 19:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polri merealisasikan penanaman jagung pada lahan 661.112 hektar dengan hasil panen 3,9 juta ton.
  • Panen raya jagung kuartal II dilakukan pada lahan 189.760 hektar dengan potensi hasil 1,23 juta ton.
  • Sebanyak 100 ton jagung hasil panen akan diekspor ke Malaysia melalui Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian panen raya jagung Polri kuartal I dan II di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut disebut menjadi bagian komitmen mendukung swasembada pangan nasional.

Kapolri mengatakan, sepanjang 2025, Polri telah merealisasikan penanaman jagung pada lahan sangat luas di Indonesia. Program tersebut dijalankan bersama berbagai pihak guna memperkuat produksi pangan nasional.

“Pada 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar. Hasil panennya mencapai 3,9 juta ton,” ujarnya saat panen raya jagung serentak kuartal II di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026

Menurut Kapolri, capaian tersebut turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional sepanjang tahun 2025 secara signifikan. Produksi jagung nasional meningkat sebesar 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton.

Selain itu, Polri juga menyiapkan potensi lahan baru pada 2026 untuk memperkuat produksi jagung nasional Indonesia. Total potensi lahan yang tersedia mencapai 1,37 juta hektar dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kapolri menjelaskan panen raya kuartal I telah dilaksanakan pada 8 Januari 2026 di berbagai daerah Indonesia. Panen tersebut dilakukan pada lahan seluas 91 ribu hektar dengan hasil mencapai 884.129 ton.

“Pada 8 Januari 2026, kami melaksanakan panen raya kuartal I di lahan seluas 91 ribu hektar. Hasil panennya mencapai 884.129 ton,” katanya.

Sementara itu, panen raya jagung serentak kuartal II digelar langsung bersama Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban. Panen tersebut dilakukan pada lahan seluas 189.760 hektar di berbagai wilayah Indonesia.

Kapolri menyebut potensi hasil panen jagung kuartal II diperkirakan mencapai 1,23 juta ton jagung nasional. Sebagian hasil panen juga akan mulai diekspor ke Malaysia melalui Kalimantan Barat.

“Sebanyak 100 ton jagung hasil panen akan diekspor ke Malaysia melalui Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat. Jagung dibeli koperasi Rp6.500 per kilogram,” ucapnya.

Menurut Kapolri, jagung tersebut kemudian dijual ke Malaysia dengan harga Rp7.000 per kilogram oleh koperasi. Dari penjualan tersebut diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500 per kilogram.

Secara khusus di Kabupaten Tuban, panen raya dilakukan pada lahan seluas 101,5 hektar kawasan Perhutanan Sosial. Lahan tersebut berasal dari empat Gapoktan dan lahan milik PT Semen Indonesia.

Berikut asal lahan panen raya jagung di Kabupaten Tuban:

  • KTH Wono Lestari.
  • LMDH Jenggolo Manik.
  • LMDH Wono Mulyo.
  • Lahan PT Semen Indonesia.

Kapolri menjelaskan potensi hasil panen dari lahan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 609 ton jagung nasional. Seluruh hasil panen nantinya akan dikirim ke Bulog untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah.

“Seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna memperkuat cadangan pangan pemerintah. Langkah ini juga menjaga stabilitas pasokan pangan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....