Wamen HAM Dorong Pembangunan Papua Berbasis Etnosains di Jayapura

  • 30 Mei 2026 16:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menekankan pentingnya pembangunan Papua berbasis etnosains.
  • Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menegaskan Pendekatan tersebut mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan teknologi modern di Papua.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menekankan pentingnya pembangunan Papua berbasis etnosains. Pendekatan tersebut mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan teknologi modern di Papua.

“Kita sedang berbicara tentang bagaimana membangun Papua tanpa mencabut Papua dari dirinya sendiri. Papua bukan tanah kosong, Papua adalah ruang hidup bagi ratusan peradaban,” kata Mugiyanto dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026.

Mugiyanto menyebut Papua memiliki 301 suku dengan 428 bahasa daerah menyimpan pengetahuan lokal teruji ratusan tahun. Menurutnya, etnosains Papua mencakup berbagai bidang seperti pertanian, kesehatan, hingga pengelolaan lingkungan.

“Ini bukan pengetahuan kuno. Ini adalah data empiris yang diuji selama ratusan tahun. Ketika kita mengabaikannya, kita membuang solusi yang murah, efektif, dan diterima masyarakat,” ucap Mugiyanto.

Mugiyanto mencontohkan praktik lokal Papua seperti irigasi Dani, pengelolaan sagu Asmat Marind, dan hukum adat laut. Ia menilai pendekatan pembangunan yang mengabaikan hal tersebut kerap tidak efektif di lapangan.

“Pembangunan yang tidak mengakui etnosains berisiko melanggar prinsip hak asasi manusia. Sebaliknya, yang merangkulnya akan memperkuat kohesi sosial dan kepercayaan publik,” kata Mugiyanto menegaskan.

Mugiyanto mengajak pembangunan Papua tidak menyeragamkan tetapi merayakan keberagaman budaya lokal. “Mari bangun Papua bukan memaksakan keseragaman, tetapi merayakan keberagaman melalui inovasi membumi dari tanah Papua,” kata Mugiyanto menutup sambutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....