PAAI Nilai Penurunan Tanah Jakarta Dipengaruhi Faktor Alam dan Aktivitas Manusia
- 30 Mei 2026 14:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penurunan muka tanah di Jakarta tidak hanya disebabkan penurunan muka air tanah, melainkan dipengaruhi berbagai faktor
- Faktor utama penurunan muka tanah meliputi kondisi geologi alami, beban bangunan, dan kenaikan muka laut
- Sebagian wilayah Jakarta, terutama Jakarta Utara, telah memiliki kondisi air tanah yang kritis sehingga tidak layak diminum.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI) Irwan Iskandar menyatakan penurunan muka tanah di Jakarta tidak hanya disebabkan penurunan muka air tanah. Menurutnya, data menunjukkan terdapat lokasi dengan muka air tanah turun, namun kondisi tanah tetap stabil atau meningkat.
Irwan mengatakan terdapat pula wilayah yang mengalami kenaikan muka air tanah, tetapi penurunan tanah tetap terjadi. Karena itu, hubungan antara penurunan muka air tanah dan subsiden tidak dapat disimpulkan secara sederhana.
“Ada yang groundwater level-nya turun tapi level tanahnya masih juga stabil atau naik dan sebaliknya, ada yang muka air tanah yang naik tapi di situ subsiden tetap terjadi. Jadi kalau kita urai, penurunan muka tanah di Jakarta itu dominasi ada tiga hal,” kata Irwan kepada RRI PRO3 di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia menilai penurunan muka tanah di Jakarta dipengaruhi sedikitnya oleh tiga faktor utama. Faktor tersebut meliputi kondisi geologi alami, beban bangunan, serta kenaikan muka laut yang terus berlangsung.
Menurut Irwan, sebagian wilayah Jakarta terutama kawasan utara telah masuk kategori kritis atau rusak. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas air tanah di sejumlah lokasi tidak lagi layak dikonsumsi masyarakat.
“Jakarta sebagian itu masuk kategori kritis dan rawan atau rusak ya air tanahnya, terutama di utara DKI. Itu sebagian besar sudah kritis ataupun rusak kondisi air tanahnya sehingga tidak layak minum,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan air tanah dangkal yang digunakan masyarakat kerap mengalami pencemaran akibat aktivitas manusia. Pencemaran tersebut antara lain berasal dari kebocoran septic tank, limbah domestik, sampah, serta tingginya kandungan bakteri E. coli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....