Ketua PAAI: Krisis Air Harus Dilihat dari Aspek Kuantitas dan Kualitas

  • 30 Mei 2026 13:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Air merupakan sumber daya alam yang sangat vital sehingga krisis air harus menjadi perhatian utama
  • Krisis air perlu dilihat dari dua aspek utama, yaitu kuantitas air dan kualitas air.
  • Indonesia memiliki cadangan air tanah yang besar, namun memerlukan tata kelola yang adil dan berkelanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI) Irwan Iskandar menegaskan air merupakan sumber daya alam sangat vital bagi kehidupan manusia. Menurutnya, persoalan krisis air saat ini harus dilihat dari aspek kuantitas dan kualitas.

“Kita harus melihat bahwa air itu sebagai sumber daya alam yang sangat vital dan sekarang kita menyoroti masalah krisis dari sisi dua hal. Tentunya kuantitas dan juga kualitas,” ujarnya kepada RRI PRO3 di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia menjelaskan kuantitas air sangat dipengaruhi kondisi musim, termasuk kemarau panjang maupun fenomena El Nino. Selain itu, terdapat wilayah Indonesia yang memiliki curah hujan rendah dengan ketersediaan air terbatas.

Irwan mengatakan kawasan perkotaan menghadapi tantangan tidak hanya terkait jumlah air yang tersedia. Menurutnya, penurunan kualitas air juga menjadi persoalan yang tidak dapat diabaikan.

Ia menyebut kualitas air dipengaruhi berbagai faktor yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan permukaan. Penanganan sampah serta limbah domestik, katanya, turut mempengaruhi kualitas air tanah maupun air permukaan.

“Degradasi atau penurunan kualitas ya tentunya tidak bisa kita pungkiri, ini juga mungkin keterkaitannya sangat kompleks dengan tata kelola di permukaan. Penanganan sampah, penanganan limbah-limbah domestik, itu juga mempengaruhi kualitas air tanah,” ucapnya.

Irwan menyatakan Indonesia secara umum masih memiliki sumber daya air yang cukup besar. Ia menjelaskan cadangan air tanah mencapai tiga puluh kali lebih banyak dibandingkan air permukaan, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara adil dan berkelanjutan.

“Tapi kalau dari sisi sumber daya, jumlahnya itu air tanah 30 kali lebih besar daripada air permukaan, artinya sumber daya kita banyak. Tapi bagaimana tata kelola dan mengatur penggunaan sumber daya ini sehingga cukup adil, memberikan dampak positif baik buat ekonomi dan sosial,” kata Irwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....