Komisi VII Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Hadapi Tekanan Ekonomi
- 20 Mei 2026 14:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Samuel Wattimena meminta UMKM meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing.
- Kepala daerah didorong memperkuat pembinaan dan pendampingan UMKM.
- Kondisi ekonomi saat ini disebut menjadi “wake up call” bagi pelaku usaha.
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menilai pelaku UMKM harus lebih proaktif menghadapi tekanan ekonomi saat ini. Menurutnya, peningkatan kualitas produk menjadi kunci agar UMKM mampu bersaing dengan produk luar negeri.
Pernyataan itu disampaikan Samuel usai Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto memaparkan kerangka ekonomi makro dan pokok kebijakan fiskal RAPBN 2027.
Samuel mengatakan UMKM selama ini sering disebut sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Namun, menurutnya, status tersebut tidak cukup jika tidak dibarengi peningkatan kualitas produk.
“UMKM ini adalah tulang punggung yang selalu disampaikan, tapi itu tidak bisa hanya berhenti pada stigma tersebut. UMKM kita karena memang bersaing dengan produk-produk dari luar, kualitasnya harus ditingkatkan,” ujar Samuel.
Ia menilai pelaku UMKM tidak bisa terus berlindung di balik status usaha kecil. Sebab, kualitas produk tidak ditentukan besar kecilnya skala usaha.
“Nah UMKM tidak bisa kemudian berlindung, kami adalah usaha kecil, pengusaha kecil. Karena kualitas tidak ada hubungannya dengan pengusaha kecil atau pengusaha besar,” katanya.
Samuel mencontohkan sejumlah produk makanan tradisional Indonesia memiliki kualitas yang baik. Karena itu, ia optimistis UMKM mampu meningkatkan daya saing jika terus berbenah.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini harus menjadi momentum perbaikan bersama. Ia menyebut situasi tersebut sebagai peringatan agar seluruh pihak bergerak meningkatkan kemampuan dan wawasan usaha.
“Saya tidak mau bilang bahwa keadaan ini baik, tidak. Tapi ini adalah wake up call buat kita semua,” ucapnya.
Samuel juga meminta kepala daerah memperkuat pembinaan terhadap pelaku UMKM di wilayah masing-masing. Pembinaan dinilai tidak cukup hanya berupa pelatihan, tetapi juga pendampingan dan evaluasi berkelanjutan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan menjaga defisit APBN 2027 tetap di bawah tiga persen. Pemerintah juga menargetkan penguatan ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan fiskal dan pengembangan sektor riil.
“Defisit APBN akan kami jaga di kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB. Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Presiden Prabowo.
Presiden mengatakan pengendalian defisit menjadi bagian penting menjaga kesehatan fiskal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah juga menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 mencapai 11,82 hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....