TNI Ingatkan Generasi Muda untuk Perkuat Nilai Pancasila
- 29 Mei 2026 22:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TNI menilai nilai Pancasila tetap relevan bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan era digital, globalisasi, dan arus informasi media sosial.
- Literasi digital dianggap penting untuk menangkal hoaks, propaganda, serta ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
- Penanaman nilai Pancasila dinilai perlu dilakukan melalui pendekatan kreatif seperti media sosial, pendidikan interaktif, seni, serta edukasi sejarah kebangsaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penanaman nilai Pancasila dinilai penting bagi generasi muda menghadapi perkembangan era digital saat ini. Arus globalisasi dan media sosial disebut membawa tantangan baru terhadap semangat kebangsaan Indonesia.
Perwira Menengah Pusjarah TNI, Letnan Kolonel (Sus) Ede Aulia, menilai Pancasila tetap relevan menghadapi perkembangan zaman. Nilai persatuan dan toleransi dinilai penting menjaga keharmonisan masyarakat Indonesia yang beragam.
"Nilai Pancasila sangat relevan menghadapi tantangan era digital dan globalisasi saat ini. Generasi muda harus memiliki pemahaman kuat terhadap Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia mengatakan perkembangan teknologi juga berpotensi memengaruhi pola pikir generasi muda Indonesia. Karena itu, literasi digital dinilai penting untuk menangkal hoaks dan paham bertentangan dengan Pancasila.
"Media sosial dapat menjadi sarana penyebaran ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Generasi muda harus mampu memilah informasi benar dan tidak mudah terpengaruh propaganda digital," ujarnya.
Menurutnya, penanaman nilai Pancasila perlu dilakukan menggunakan pendekatan modern dan kreatif. Pendidikan interaktif hingga konten media sosial dinilai efektif mendekatkan Pancasila kepada anak muda.
"Teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan menyebarkan konten edukatif tentang Pancasila. Film, musik, dan karya seni juga efektif menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda." katanya.
Selain pendidikan, keteladanan pemimpin dan tokoh masyarakat dinilai memiliki peran besar dalam pengamalan Pancasila. Sikap toleransi dan gotong royong disebut harus dicontohkan melalui tindakan nyata sehari-hari.
Ia menambahkan Pusjarah TNI juga berupaya menanamkan nasionalisme melalui museum dan monumen sejarah perjuangan bangsa. Edukasi sejarah dinilai penting membangun kecintaan generasi muda terhadap Indonesia.
"Melalui museum dan monumen, generasi muda dapat memahami nilai patriotisme para pendahulu bangsa. Kami memiliki tagline kenali sejarahmu, lalu cintai bangsamu sebagai bentuk edukasi kebangsaan," ucapnya.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Nilai Pancasila dinilai harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan penyelenggaraan negara.
"Generasi muda perlu menghayati nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara nyata. Pancasila harus menjadi pedoman menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan Indonesia,” kata Yudian Wahyudi dalam konferensi pers peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, 29 Mei 2026.
| Baca juga: Generasi Muda Diajak Aktualkan Pancasila |
Ia juga mengajak masyarakat menyemarakkan Hari Lahir Pancasila melalui media sosial. Pesan persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air dinilai penting terus disebarkan. (Agnes Claudia Ohoira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....