Arti Lambang Garuda Pancasila yang Terdiri Tiga Komponen Utama, Wajib Tahu

  • 24 Mei 2026 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pada 1 Juni 2026 mendatang, masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Lahir Pancasila.
  • Dalam Pancasila, terdapat terdapat Lambang Garuda Pancasila yang merupakan simbol negara bangsa Indonesia.
  • Peringatan Hari Lahir Pancasila ini, terutang dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.
  • Lambang Garuda Pancasila terdiri atas tiga komponen utama. Ketiga komponen utama itu, Burung Garuda, Perisai Pancasila, dan Pita Putih 'Bhinneka Tunggal Ika'.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pada 1 Juni 2026 mendatang, masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Lahir Pancasila. Peringatan Hari Lahir Pancasila ini, terutang dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam Pancasila, terdapat terdapat Lambang Garuda Pancasila yang merupakan simbol negara bangsa Indonesia. Simak arti dari Lambang Garuda Pancasila yang terdiri dari tiga komponen utama dalam artikel ini.

Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia dan menjadi pedoman hidup masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila juga disebut sebagai ideologi negara yang mencerminkan makna dan nilai-nilai luhur di dalamnya.

Arti Lambang Garuda Pancasila

Dilansir laman Kemendikdasmen, Lambang Garuda Pancasila terdiri atas tiga komponen utama. Ketiga komponen utama itu, Burung Garuda, Perisai Pancasila, dan Pita Putih 'Bhinneka Tunggal Ika'.

Berikut penjelasannya:

  1. Burung Garuda

Burung Garuda melambangkan kekuatan dan gerak yang dinamis, terlihat dari sayapnya yang mengembang. Hal ini menandakan, Burung Garuda siap terbang ke angkasa, melambangkan dinamika, serta semangat menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara Indonesia.

  1. Warna Emas Burung Garuda

Warna pokok dari Burung Garuda adalah kuning emas yang melambangkan keagungan. Bangsa Indonesia senantiasa menjunjung tinggi martabat bangsa yang bersifat agung dan luhur.

  1. Jumlah Bulu Burung Garuda

Kemerdekaan Indonesia jatuh pada 17 Agustus 1945. Tanggal tersebut diabadikan lewat jumlah bulu pada Burung Garuda. Berikut rinciannya:

• 17 helai bulu sayap kanan dan kiri: Tanggal kemerdekaan Indonesia

• 45 helai bulu leher: Tahun kemerdekaan Indonesia

• 19 helai bulu pangkal ekor: Tahun Kemerdekaan Indonesia

• 8 helai bulu ekor: Bulan kemerdekaan Indonesia.

  1. Perisai

Perisai dalam Burung Garuda Pancasila adalah lambang perjuangan dan perlindungan yang terbagi atas lima bagian. Yang masing-masing, melambangkan sila-sila Pancasila.

Garis melintang yang membagi perisai menjadi ruang atas dan bawah melambangkan garis Khatulistiwa yang membelah Kepulauan Indonesia. Berikut makna lima lambang sila Pancasila:

• Simbol bintang (sila pertama): Ketuhanan yang Maha Esa

Bintang menggambarkan sebuah cahaya. Cahaya pada simbol bintang ini diibaratkan sebagai cahaya kerohanian yang berasal dari Tuhan kepada manusia.

• Simbol rantai (sila kedua): Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Rantai pada simbol kedua terdiri atas mata rantai yang berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkaitan membentuk lingkaran. Keterkaitan itu bermakna bahwa bangsa Indonesia saling terkait erat, saling bahu membahu, dan saling membutuhkan.

• Simbol pohon beringin (sila ketiga): Persatuan Indonesia

Pohon beringin digambarkan sebagai Negara Indonesia, di mana semua rakyat Indonesia dapat 'berteduh' di bawah Negara Indonesia. Pohon beringin yang bersifat menjalar ke segala arah dikorelasikan dengan keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

• Simbol kepala banteng (sila keempat): Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Kepala banteng memiliki filosofi sebagai hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah, di mana orang-orang berdiskusi untuk melahirkan suatu keputusan.

• Simbol padi dan kapas (sila kelima): Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Padi dan kapas merupakan simbol pangan dan sandang yang menyiratkan makna bahwa syarat utama negara yang adil adalah bisa mencapai kemakmuran untuk rakyatnya secara merata.

  1. Pita Putih 'Bhinneka Tunggal Ika'

Kedua kaki Burung Garuda Pancasila mencengkeram pita putih yang bertuliskan 'Bhinneka Tunggal Ika'. Makna dari 'Bhinneka Tunggal Ika' adalah 'berbeda-beda tetap satu jua'.

Sehingga, makna slogan menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Karena, memiliki perbedaan suku, agama, budaya, dan sebagainya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....