Kementrans Fokus Pemberdayaan Transmigasi dengan Program TEP 2026 di 53 Kawasan
- 26 Mei 2026 23:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementrans
- Kawasan Transmigrasi
- Tim Ekspedisi Patriot
- Pemberdayaan Transmigrasi
- Pengembangan SDM
- Potensi Transmigasi
- Menteri Iftitah
- TEP 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memastikan keberlanjutan pengembangan kawasan transmigrasi dengan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini merupakan lanjutan dari TEP sebelumnya yang tahun ini fokus pemberdayaan dan pengabdian di 53 kawasan transmigrasi.
Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Pleno Hasil Penilaian dan Usulan TEP 2026 di Hotel Gran Melia Jakarta. Menteri Iftitah menyebut, pihaknya telah bekerja sama dengan 10 perguruan tinggi ternama untuk menseleksi calon peserta TEP 2026.
Peserta TEP 2026 yang dibutuhkan sebanyak 1.400 terdiri dari S1 dan dosen hingga guru besar sebagai pendamping. Program unggulan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah dalam mendorong transformasi transmigrasi melalui aksi nyata di lapangan.
"Dari tanggal 1 Mei sampai 21 Mei diberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk mendaftar. Sarjana yang terdaftar ada sekitar 177 ribu orang, tetapi yang mengupload berkasnya itu ada 10.539," kata Menteri Iftitah di Hotel Gran Melia, Jakarta, pada Selasa 26 Mei 2026.
Sepuluh perguruan tinggi yang terlibat yaitu, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Diponegoro. Serta, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.
"Itulah kenapa kami menggandeng 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam rangka pemberdayaan masyarakat, menjadi tema dari TEP. Indonesia tidak kekurang potensi, Indonesia kaya, yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia unggul yang hadir di kawasan-kawasan transmigrasi," ucapnya.
Para calon patriot peserta TEP 2026 memiliki latar belakang pendidikan beragam yang dibutuhkan dalam pemberdayaan dan pengabdian. Mulai dari jurusan pendidikan S1 perencanaan wilayah dan kota, agribisnis, kehutanan, pertanian, pertambangan, hukum, dan manajemen.
Selian itu, juga ada jurusan kartografi dan pengendaraan jauh, teknik geomatika, perencanaan tata ruang dan pertanahan. Kemudian, perencanaan perumahan dan permukiman, pertanahan teknik air tanah, oseanografi, ilmu kelautan, dan ekonomi kelautan tropika.
Lalu, terdapat jurusan bioteknologi perikanan dan kelautan, permesinan perikanan, teknologi penangkapan ikan, teknologi dan manajemen perikanan tangkap. Serta, pengelolaan pelabuhan perikanan, pariwisata bahari, teknologi industri benih, teknologi benih, pemulihan dan bioteknologi tanaman.
Menteri Iftitah memaparkan, program TEP 2026 sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional. Para patriot peserta TEP 2026 akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi juga untuk menjalankan kegiatan riset dan kajian.
53 kawasan transmigrasi tersebut diantaranya, Aceh, kemudian Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Kalimantan Barat. Kemudian, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Selanjutnya, kawasan transmigrasi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Lalu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan, dan Kepulauan Riau,
"Kenapa tidak 154, karena kita ingin sekarang fokus ke pengabdian masyarakat. Jadi anggarannya harus dilakukan sebagai prioritas, memang anggaran kami sekarang ini dibagi dalam dua program utama," ujarnya.
Salah satu peninjau dari Universitas Diponegoro, Wiwandari Handayani memastikan TEP 2026 akan dilakukan riset komprehensif yang langsung diimplementasikan. Ia menilai proposal yang diberikan harus fokus pada pemberdayaan yang berkelanjutan untuk target pada 53 kawasan transmigrasi.
Kami sudah melakukan penilaian dan sudah juga didiskusikan dengan tim dari komite ada perwakilan dari Kementerian Transmigrasi juga. Masukannya sudah disampaikan Pak Menteri agar kegiatan tahun ini tidak hanya fokus kepada riset, tetapi juga pelaksanaan," ujar Wiwandari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....