Menko Pangan Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Iduladha

  • 26 Mei 2026 05:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko Pangan tinjau pasar murah jelang Iduladha di Sidoarjo
  • Pemerintah jaga harga sembako tetap stabil menjelang Iduladha
  • Presiden Prabowo minta harga kebutuhan pokok tidak naik
  • Pasar murah digelar di lima titik di Sidoarjo
  • Warga beli beras SPHP lima kilogram seharga Rp50 ribu

RRI.CO.ID, Sidoarjo - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan meninjau pelaksanaan pasar murah di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin 25 Mei 2026. Kegiatan dilakukan untuk menjaga harga sembako tetap stabil menjelang Iduladha.

Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberi arahan khusus agar harga kebutuhan pokok tidak naik. Karena itu, pemerintah menggelar pasar murah di berbagai daerah.

“Pak Presiden meminta agar menjelang Idul Adha harga-harga tidak naik. Karena itu kita lakukan pasar murah bersama pemerintah daerah, DPR, TNI, Polri, dan semua unsur terkait,” katanya.

Peninjauan dilakukan di lima titik pasar murah di Sidoarjo. Lokasi tersebut berada di KUD Sumber Makmur, Balai Desa Lemujut, MTs Progresif Bumi Shalawat, PAUD Bumi Damai, dan Balai Desa Ponokawan.

Dalam kegiatan itu, warga membeli beras SPHP kemasan lima kilogram seharga Rp50 ribu. Harga tersebut lebih murah dibanding harga beras di pasaran yang mencapai Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

Beras SPHP merupakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan pemerintah melalui Perum BULOG. Program tersebut bertujuan menjaga harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Selain meninjau pasar murah, Zulhas juga berdialog dengan warga dan petani. Ia mengecek langsung kondisi harga gabah, pupuk, hingga jaringan irigasi di wilayah tersebut.

Warga menyebut harga gabah berada di kisaran Rp7.400 hingga Rp7.600 per kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dibanding standar harga Rp6.500 per kilogram.

Zulhas turut memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Sejumlah warga mengaku merasakan manfaat program makan bergizi gratis bagi anak-anak mereka.

Pemerintah menargetkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih terus dipercepat hingga mencapai 20 ribu unit pada Agustus 2026. Program tersebut diharapkan memperkuat ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

Terpisah, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut inflasi pada momen Hari Raya Iduladha umumnya didominasi kelompok makanan dan harga bergejolak. Komoditas cabai rawit dan cabai merah menjadi penyumbang utama kenaikan harga.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan secara historis Iduladha hampir selalu diikuti inflasi. Kondisi berbeda hanya terjadi pada Iduladha 2024 yang mengalami deflasi.

“Pada momen Hari Raya Idul Adha, kalau kita lihat series sejak 2022 hingga 2025, terlihat bahwa secara umum pada momen Idul Adha terjadi inflasi. Kecuali pada Idul Adha di tahun 2024, di mana pada tahun tersebut terjadi deflasi,” katanya dalam Rakor Pengendalian Inflasi 2026 di Jakarta, Senin 25 Mei 2026.

Menurut Pudji, tingkat inflasi Iduladha umumnya lebih rendah dibanding Ramadan dan Idulfitri. Hal tersebut terlihat dari historis inflasi nasional sejak 2022.

“Sejak tahun 2022 hingga 2025. Tingkat inflasi pada momen Hari Raya Idul Adha ini biasanya lebih rendah dibandingkan dengan inflasi yang terjadi di momen Ramadan maupun di momen Hari Raya Idul Fitri,” ucapnya.

Ia menjelaskan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi saat Iduladha. Kondisi tersebut terjadi hampir setiap tahun kecuali pada 2024.

Selain itu, komponen harga bergejolak juga menjadi penyumbang utama inflasi Iduladha. Sementara deflasi terbesar tercatat terjadi pada Iduladha 2024.

“Kemudian kalau kita lihat menurut komponen. Komponen harga bergejolak ini menyumbang andil inflasi terbesar pada momen Hari Raya Idul Adha di tahun 2022 dan 2025,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pudji mengatakan inflasi Iduladha banyak dipicu komoditas pangan dari kelompok harga bergejolak. Komoditas yang paling sering mendorong inflasi ialah cabai rawit dan cabai merah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....