Pemerintah Siapkan Dua Tahap Percepatan Program Makan Bergizi Gratis

  • 25 Jul 2026 19:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Zulkifli Hasan menyiapkan dua tahap percepatan Program Makan Bergizi Gratis dengan prioritas wilayah 3T, sekolah berbasis agama, dan pondok pesantren
  • Tahap pertama ditargetkan selesai dalam satu bulan dengan pembangunan dapur di sekolah dan pondok pesantren serta pengawasan kualitas makanan
  • Tahap kedua difokuskan pada penataan sekitar 8.000 titik baru melalui pendataan bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyiapkan dua tahap percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pergantian Kepala BGN. Ia menyebut tahap pertama difokuskan menyelesaikan pelaksanaan program bagi wilayah 3T, sekolah berbasis agama, serta pondok pesantren.

“Saya bikin dua tahap MBG, satu bulan pertama, cepat-cepat susun tim yang kemarin harusnya selesai nggak selesai. Apa? 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), sekolah berbasis agama, pondok-pondok,” katanya saat menyampaikan materi dalam Rapat Pleno Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Ke-8 di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurutnya, penyelesaian tahap pertama ditargetkan berlangsung selama satu bulan melalui pematangan skema pelaksanaan program. Ia memastikan, rencana tersebut sedang dimatangkan selama satu hingga dua minggu sebelum dipaparkan kepada Presiden Prabowo.

Menurutnya, dapur MBG nantinya akan ditempatkan langsung di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program berjalan lebih cepat tanpa memikirkan pelayanan kepada pihak lain terlebih dahulu.

“Jadi pondok, sekolah-sekolah Islam saya akan minta nanti diurusin dapur-dapurnya di sekolah aja. Dapurnya di pondok aja, agar ada percepatan, nggak usah dipikirkan untuk orang lain, pondok ya sudah di situ bangun,” ujarnya.

Ia memastikan, pengawasan terhadap dapur tetap dilakukan agar seluruh makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan kualitas. Menurutnya, percepatan pelaksanaan pada pondok pesantren serta wilayah 3T menjadi target utama selama tahap pertama.

“Nanti tinggal pengawasannya agar apapun sehat, agar bagus. Ini kita percepat sama 3T, itu 1 bulan targetnya,” ucapnya.

Pada tahap kedua, pemerintah membutuhkan waktu dua bulan untuk menata sekitar delapan ribu titik baru. Pendataan akan dilakukan bersama tim dari Dinas Pendidikan serta seluruh Kementerian Agama berdasarkan jumlah murid masing-masing sekolah.

“Nomor dua, di Jawa ini ada terlanjur dibentuk 8.000 titik baru. Bagaimana caranya titik baru ini? Itu saya perlu 2 bulan, karena kita akan data,” ujarnya.

Ia mengatakan, titik yang tidak diperlukan nantinya akan direposisi berdasarkan hasil pendataan agar pelaksanaan program lebih tepat. Ia memastikan, pemerintah tidak menginginkan masyarakat yang sudah ditunjuk sebagai penerima program mengalami kerugian akibat penataan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....