Apa itu Doomscrolling? Simak Penjelasan dan Efeknya

  • 25 Mei 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Doomscrolling sebelum tidur kini menjadi kebiasaan umum yang sering membuat waktu istirahat berkurang tanpa disadari.
  • Paparan berita negatif dan konten drama membuat otak tetap waspada meski tubuh sudah merasa sangat lelah.
  • Mengurangi penggunaan ponsel menjelang tidur membantu menjaga kesehatan mental sekaligus membuat tubuh terasa lebih segar.
  • Terlalu lama scrolling membuat seseorang kehilangan waktu refleksi serta koneksi dengan diri sendiri sebelum beristirahat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kebiasaan berselancar di media sosial menjelang tidur kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Niat awal yang hanya ingin mengecek pesan singkat sering kali berubah menjadi aktivitas panjang sampai larut malam.

Tanpa disadari, hiburan layar ponsel tersebut menguras waktu istirahat yang sangat berharga untuk memulihkan kebugaran tubuh. Rentetan video dan konten menarik terus mengalir membuat siapapun merasa enggan melepas gadget-nya.

Fenomena ini akrab disebut doomscrolling, sebuah perilaku adiktif mengonsumsi informasi daring. Dampak buruknya tidak hanya merusak pola tidur harian, melainkan juga mengganggu kestabilan kesehatan mental jangka panjang.

Pernah merasa sudah rebahan nyaman, lampu kamar dimatikan, tetapi jari tetap sibuk menggulir layar tanpa tujuan jelas? Kebiasaan ini semakin ramai diperbincangkan karena sering dilakukan sebelum tidur dan berpengaruh terhadap kondisi mental seseorang.

Nah, apa saja sih dampak nyata dari kebiasaan menggulir layar ponsel ini bagi kesehatan kita? Simak, beberapa efek buruk doomscrolling sebelum tidur yang seringkali dianggap sepele, melansir berbagai sumber:

1. Otak terjaga saat tubuh lelah

Saat kamu asyik scrolling berita negatif atau drama, otakmu otomatis langsung masuk ke mode siaga. Sistem saraf menganggap konten tersebut sebagai ancaman nyata, meskipun kamu sebenarnya hanya sedang rebahan di kasur.

Kondisi ini bukan berarti kamu lebay atau terlalu sensitif dalam menanggapi suatu hal di media sosial. Otak kita memang dirancang peka terhadap bahaya, sehingga memicu insomnia akibat kebiasaan bermain HP.

2. Cahaya layar merusak jam biologis

Cahaya biru dari layar HP menekan produksi melatonin, yaitu hormon alami pemicu rasa kantukmu. Akibatnya, kamu tetap terjaga malam hari meskipun kondisi mata dan tubuh sudah sangat lelah.

Dampak buruk kebiasaan ini biasanya tidak langsung terasa hanya dalam waktu satu malam saja. Namun, efek jangka panjangnya bisa merusak ritme tidur dan membuatmu bangun pagi dengan lelah.

3. Kualitas tidur menurun drastis

Bangun tidur dengan kepala berat bisa jadi tanda kualitas istirahatmu terganggu akibat doomscrolling semalam. Tidur dalam kondisi cemas membuat tubuh gagal mendapatkan fase istirahat yang optimal dan mendalam.

Otak yang penuh informasi negatif akan kesulitan memulihkan energi serta emosimu secara maksimal. Tanpa sadar, kamu memulai hari berikutnya dengan kondisi baterai tubuh yang tidak pernah penuh.

4. Kecemasan malam hari meningkat

Kebiasaan membaca berita buruk sebelum tidur membuat pikiranmu terus berputar di tengah kegelapan malam. Kamu pun mulai mengkhawatirkan banyak masalah yang sebenarnya belum tentu terjadi saat itu.

Dampak buruk ini sering kali diremehkan karena cemas dianggap sebagai hal yang biasa. Namun, jika terus dibiarkan, momen istirahatmu justru bisa berubah menjadi medan perang pikiran.

5. Kehilangan koneksi dengan diri sendiri

Waktu sebelum tidur sebenarnya merupakan momen paling pribadi yang kamu miliki sepanjang hari itu. Namun, kebiasaan melihat konten orang lain membuatmu kehilangan waktu untuk berefleksi dengan diri sendiri.

Yuk, mulai malam ini kurangi scrolling HP sebelum tidur demi menjaga kesehatan mental dan fisikmu. Berikan waktu bagi tubuh serta pikiranmu untuk benar-benar beristirahat agar esok hari terasa lebih segar. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....