Bijak Bermedia Sosial Dinilai Kunci Jaga Kesehatan Mental di Era Digital

  • 03 Mei 2026 17:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Masalah kesehatan mental di era digital kerap kali muncul karena perilaku membanding-bandingkan diri dengan apa yang ditampilkan orang lain di sosial media.
  • Pentingnya untuk mawas diri dan upaya menerapkan sikap bersyukur agar dapat memaknai hidup lebih positif.
  • Sebaiknya masalah kesehatan mental ditangani oleh profesional agar ditangani dengan tepat daripada mendiagnosis sendiri.

RRI.CO.ID, Jakarta – Media sosial sering menjadi tempat bagi seseorang untuk terus mencari validasi atas jati dirinya. Keinginan untuk tampil sempurna di dunia maya justru dapat memicu tekanan batin yang mendalam.

Konten yang diunggah ke media sosial biasanya sudah diatur sedemikian rupa agar terlihat menarik. Masyarakat perlu memahami bahwa apa yang terlihat bukanlah gambaran utuh dari kenyataan hidup seseorang.

Psikolog Universitas Hang Tuah Surabaya, Desi Nur Utami, menyoroti tantangan kesehatan mental tersebut khususnya di era digital. Fenomena ini sering kali berdampak besar bagi masyarakat khususnya generasi muda saat ini.

Desi mengatakan, membandingkan diri dengan kehidupan mewah figur publik di media sosial bisa menyebabkan perasaan depresi. Ia menekankan pentingnya bagi pengguna untuk tidak terpaku pada standar kebahagiaan orang lain.

"Jadi tidak perlu kita membandingkan diri dengan orang lain, karena saya yakin, setiap orang itu pasti punya suka-dukanya. Kebetulan saja yang kita lihat di postingan media sosial itu adalah yang baik-baiknya," ujar Desi saat berbincang bersama PRO 3 RRI, Kamis, 30 April 2026.

Informasi yang terlalu banyak di media sosial juga terkadang justru membuat pikiran menjadi semakin pusing. Desi mengimbau untuk mulai menyaring informasi yang masuk agar kesehatan mental tetap terjaga.

Selain itu, mengenali gejala awal seperti kelelahan emosional sangat penting sebelum masalah psikologis menjadi lebih berat. "Izinkan diri untuk rehat sejenak jika merasa lelah secara fisik maupun mental," katanya.

Menurut Desi, melakukan refleksi diri sebelum beristirahat dapat membantu kita untuk tetap berpikir secara positif. "Coba ingat hal-hal baik apa yang ada, rezeki-rezeki apa yang diberikan sepanjang hari ini, sehingga, kita akan bisa lebih memaknai setiap hari dengan lebih positif," ucap Desi.

Di satu sisi, layanan konseling online kini menjadi solusi praktis bagi mereka yang membutuhkan bantuan profesional terkait kesehatan mental. Apalagi, pilihan ini sangat membantu bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung.

Desi mengingatkan, masalah psikologis sebaiknya segera ditangani oleh tenaga profesional agar tidak berdampak buruk kedepannya. "Carilah bantuan pada yang profesional agar ditangani dan teratasi lebih cepat, serta tidak terjadi kesalahan dalam penanganan," ujar Desi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....