Pantauan Terkini Soetta Jelang Kedatangan Sembilan WNI yang Ditahan Israel

  • 24 Mei 2026 16:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puluhan awak media padati Terminal 3 Soetta jelang kedatangan sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla.
  • Menlu Sugiono dijadwalkan memberikan keterangan pers langsung di area kedatangan khusus umrah Terminal 3.
  • Sembilan WNI sebelumnya ditahan militer Israel usai kapal bantuan Gaza dicegat di perairan internasional.

RRI.CO.ID, Tangerang - Suasana di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta mulai ramai menjelang kedatangan sembilan WNI peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Pantauan RRI.CO.ID, Minggu, 24 Mei 2026, pukul 15.00 WIB, puluhan awak media terlihat memadati area luar pintu kedatangan internasional.

Sejumlah jurnalis televisi, radio, media daring, hingga pewarta foto mulai bersiaga di sekitar jalur keluar penumpang. Mereka menunggu kemunculan sembilan WNI yang sebelumnya sempat ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Menurut informasi dari tim Kementerian Luar Negeri, para relawan nantinya akan keluar melalui pintu kedatangan khusus umrah. Awak media diarahkan menunggu di area luar karena akses bagian dalam terminal dibatasi hanya untuk pihak tertentu.

Sementara itu, sejumlah anggota keluarga dikabarkan mulai memasuki area ruang tunggu di dalam terminal. Hingga sore ini, pengamanan di sekitar pintu kedatangan juga mulai diperketat menjelang kedatangan para relawan.

Petugas bandara dan aparat keamanan tampak mengatur posisi awak media agar tidak mengganggu jalur penumpang internasional lainnya. Beberapa kru televisi bahkan mulai menyiapkan peralatan siaran langsung di sekitar pintu keluar kedatangan.

Menteri Luar Negeri Sugiono dijadwalkan memberikan keterangan pers langsung di area pintu keluar kedatangan. Karena itu, sejumlah awak media mulai berjejer di sekitar titik konferensi pers yang telah disiapkan petugas.

Hingga pukul 15.00 WIB, situasi di Terminal 3 masih terpantau kondusif meski aktivitas media terus meningkat. Arus penumpang internasional dan domestik di kawasan bandara juga masih berjalan normal tanpa kepadatan berarti.

Sembilan WNI tersebut sebelumnya ditahan militer Israel setelah kapal Global Sumud Flotilla dicegat pada 19 Mei 2026. Setelah melalui diplomasi intensif Pemerintah Indonesia dan dukungan internasional, seluruh relawan akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Istanbul, Turki.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....