Menlu Sugiono akan Sambut Sembilan WNI di Bandara Soekarno-Hatta
- 24 Mei 2026 12:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sugiono dijadwalkan menyambut kepulangan 9 WNI misi Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Soekarno-Hatta.
- Kesembilan WNI sebelumnya dipulangkan dari Turki setelah sempat ditahan militer Israel.
- Para relawan akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses lanjutan sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) , Sugiono, dikabarkan hadir menyambut sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Perkiraan waktu para WNI tiba di Indonesia yakni sekitar pukul 15.30 WIB.
"Ada Pak Menlu Sugiono Betul. Menlu akan langsung menyambut para WNI di Bandara Soekarno-Hatta," ucap pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Minggu, 24 Mei 2026.
Pantauan RRI.co.id hingga pukul 12.40 WIB, sejumlah pihak dari Kemlu sudah mulai hadir di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Tepatnya di area kedatangan internasional jamaah umrah yang akan dipergunakan dalam proses penyambutan dan juga konferensi pers.
Dilaporkan sebelumnya, sembilan Warga negara Indonesia (WNI) telah diberangkatkan dari Turki, setelah mengalami penangkapan oleh Israel, waktu lalu. Menjelang kepulangan tersebut, Pemerintah Turki menyatakan ikut memfasilitasi proses pembebasan dan pemulangan para relawan yang sempat ditahan militer Israel.
Dalam pernyataan resmi disebutkan seluruh WNI telah tiba dengan selamat di Istanbul pada 21 Mei 2026. Pemerintah Turki dan Indonesia disebut bekerja sama intensif sejak proses pembebasan para aktivis kemanusiaan berlangsung.
Selain itu, para relawan tersebut akan melalui proses testimoni, visum dan tes kesehatan oleh pihak Turki setibanya di Indonesia. "Kemudian secepatnya akan kita pulangkan ke tanah air jika proses di Turki sudah selesai,” ujar Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama.
Pemeriksaan kesehatan dan visum dilakukan untuk memastikan kondisi fisik maupun psikologis seluruh relawan pascapenahanan. Langkah tersebut juga penting untuk mendokumentasikan dugaan kekerasan yang dialami para WNI selama berada dalam tahanan Israel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....