Kepulangan 9 WNI Ditahan Israel Difasilitasi Bantuan Pesawat Pemerintah Turki
- 24 Mei 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Turki membantu proses pembebasan dan pemulangan sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla menuju Indonesia.
- Sembilan WNI dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah dibebaskan dari penahanan militer Israel di Gaza.
- Diplomasi intensif Indonesia dan dukungan Turki mempercepat pemulangan relawan kemanusiaan dari Istanbul ke Tanah Air.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sembilan Warga Negara Indonesia peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 24 Mei 2026 sore. Menjelang kepulangan tersebut, Pemerintah Turki menyatakan ikut memfasilitasi proses pembebasan dan pemulangan para relawan yang sempat ditahan militer Israel.
Dalam pernyataan resmi disebutkan seluruh WNI telah tiba dengan selamat di Istanbul pada 21 Mei 2026. Pemerintah Turki dan Indonesia disebut bekerja sama intensif sejak proses pembebasan para aktivis kemanusiaan berlangsung.
“Republik Turki sepenuhnya mendukung proses repatriasi warga negara Indonesia. Juga menyediakan semua fasilitas yang diperlukan,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Turki di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Turki juga mengerahkan tiga pesawat Turkish Airlines untuk membantu pemulangan relawan kemanusiaan dari berbagai negara. Pesawat tersebut digunakan membawa ratusan aktivis yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla menuju negara masing-masing.
Kementerian Luar Negeri Turki menyebut sebanyak 422 relawan bantuan kemanusiaan dari 41 negara telah dipulangkan dengan aman. Sembilan WNI termasuk dalam rombongan yang lebih dahulu dipindahkan menuju Istanbul sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Setibanya di Istanbul, para WNI langsung disambut dan didampingi Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Pemerintah Indonesia memastikan kondisi seluruh relawan terus dipantau hingga proses pemulangan selesai dilakukan.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Turki atas dukungan selama proses pembebasan hingga pemulangan relawan Indonesia. “Kami berterima kasih kepada pemerintah Turki atas dukungan penuh mereka dalam membantu kepulangan sembilan warga negara Indonesia,” ujar Sugiono.
Sebelumnya, sembilan WNI tersebut ditahan militer Israel setelah kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat di perairan internasional pada 19 Mei 2026. Mereka tergabung bersama ratusan relawan internasional yang membawa bantuan logistik dan obat-obatan untuk warga sipil Gaza.
Penahanan para relawan memicu kecaman internasional dan gelombang solidaritas dari berbagai organisasi kemanusiaan dunia. Pemerintah Indonesia kemudian melakukan langkah diplomatik intensif hingga seluruh WNI akhirnya dibebaskan dan dideportasi ke Turki pada 21 Mei 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....