Sejumlah Pegawai Kemlu Tiba di Terminal 3 Soetta Jelang Kepulangan Sembilan WNI
- 24 Mei 2026 12:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Area sekitar Ruang Tunggu Kedatangan Khusus Umrah Terminal 3 Soekarno-Hatta mulai dipersiapkan menjelang kepulangan sembilan WNI relawan Gaza.
- Pegawai Kementerian Luar Negeri dan awak media mulai bersiaga sejak siang menunggu kedatangan para relawan.
- Sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla diperkirakan tiba di Soekarno-Hatta sekitar Minggu sore.
RRI.CO.ID, Tangerang - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, akan tiba di Minggu, 24 Mei 2026. Menjelang kedatangan tersebut situasi di area Ruang Tunggu Kedatangan Khusus Umrah Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, mulai didatangi sejumlah pihak.
Dari pantauan RRI.CO.ID di lokasi pukul 12.00 WIB, sejumlah pegawai Kementerian Luar Negeri terlihat di area kedatangan internasional. Selain itu, beberapa awak media juga telah bersiaga sejak pukul 11.00 WIB menunggu kepulangan para relawan kemanusiaan tersebut.
Hingga siang ini, pihak keluarga relawan belum terlihat hadir di area Arrival Lounge Umrah Terminal 3. Aktivitas penumpang di kawasan terminal internasional maupun domestik juga masih berjalan normal tanpa kepadatan berarti.
Menurut informasi yang diterima RRI.CO.ID, pesawat yang membawa sembilan WNI tersebut telah berangkat dari Turki sejak Sabtu malam. Pesawat tersebut diperkirakan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.30 WIB.
Namun sejumlah petugas menyebut pesawat kemungkinan tiba lebih cepat sekitar pukul 15.00 WIB. Karena itu, pengamanan dan persiapan penyambutan mulai dilakukan lebih awal di sekitar area kedatangan internasional.
Sementara itu, arus lalu lintas menuju kawasan Bandara Soekarno-Hatta juga masih terpantau lancar hingga siang hari. Kendaraan yang keluar masuk area Terminal 3 belum menunjukkan peningkatan signifikan menjelang kepulangan para relawan.
Kepulangan sembilan WNI tersebut menjadi perhatian publik setelah sebelumnya mereka ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza. Para relawan tergabung bersama ratusan aktivis internasional yang membawa bantuan logistik dan obat-obatan untuk warga sipil Palestina.
Mereka ditangkap setelah kapal misi kemanusiaan dicegat tentara Israel di perairan internasional pada 19 Mei 2026. Penahanan tersebut memicu kecaman internasional dan mendorong langkah diplomatik intensif Pemerintah Indonesia hingga seluruh WNI akhirnya dibebaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....