Hari Laut 2026 di Kepulauan Seribu, KLH Pulihkan Ekosistem Pesisir
- 23 Mei 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Laut Kepulauan Seribu Jadi Arena Aksi Nyata Pemulihan Ekosistem
RRI.CO.ID, Jakarta — Peringatan Hari Laut Internasional 2026 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tak sekadar seremoni. Kementerian Lingkungan Hidup menjadikan momentum ini sebagai aksi langsung pemulihan ekosistem pesisir dan laut.
Hal ini dilakukan melalui pembersihan sampah laut, transplantasi terumbu karang, hingga pelepasan biota laut. Mengusung tema “Aksi Bersama untuk Pantai Lestari”, kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari unsur pemerintah.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa perlindungan laut tidak cukup hanya dilakukan di kawasan pantai. Tetapi juga harus menyentuh ekosistem bawah laut yang kini menghadapi tekanan serius.
“Perlindungan laut tidak boleh berhenti di garis pantai, tetapi wajib menyentuh pondasi ekosistem di bawah laut. Hari ini kita melakukan intervensi konkret dari darat hingga dasar laut,” ujar Jumhur, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan island clean up, diving clean up, dan snorkeling clean up untuk mengangkat sampah laut. Dan mengambil serta ghost gear atau alat tangkap yang ditinggalkan di laut.
Selain itu, dilakukan pula penanaman 50 media transplantasi terumbu karang. Lalu pelepasan 1.000 bibit ikan kerapu, hingga pelepasan penyu sisik dan 100 tukik.
Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau. Dengan luas laut mencapai sekitar 6,4 juta kilometer persegi.
Posisi Indonesia di kawasan Coral Triangle menjadikan wilayah ini sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Dengan kekayaan terumbu karang, lamun, mangrove, serta ribuan spesies biota laut.
Namun, kondisi ekosistem laut saat ini menghadapi ancaman serius. Mulai dari sampah plastik, pencemaran pesisir, kerusakan terumbu karang, degradasi mangrove, hingga ghost fishing akibat alat tangkap ditinggalkan.
Keterlibatan banyak pihak dalam aksi tersebut menjadi sinyal bahwa kepedulian terhadap kelestarian laut masih kuat. Hal tersebut dikatakan langsung Asisten Teritorial Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Budi Mulyadi.
“Laut adalah penyedia oksigen, sumber mata pencaharian. Serta rumah bagi jutaan spesies makhluk hidup,” kata Budi.
KLH menyebut pengendalian sampah laut akan terus diperkuat melalui pengawasan pencemaran, pemulihan ekosistem pesisir. Serta pengembangan sistem pemantauan sampah laut dan peningkatan partisipasi masyarakat melalui Gerakan Pilah Sampah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....