Rakernis Fungsi Lalu Lintas, Kakorlantas Polri Dorong Transformasi Digital

  • 22 Mei 2026 16:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korlantas Polri menggelar Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 bertema digitalisasi layanan Polantas menuju Polri Presisi.
  • Kakorlantas menegaskan transformasi organisasi, pelayanan publik, dan pengawasan menjadi fokus utama Korlantas Polri.
  • Korlantas menyiapkan lima agenda operasi lalu lintas sepanjang 2026, termasuk Operasi Patuh dengan penegakan lebih tegas.

RRI.CO.ID, Jakarta – Korlantas Polri menggelar Rakernis Fungsi Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 di STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Rakernis tersebut mengusung tema 'Digitalisasi Layanan Polantas' guna mendukung transformasi Polri Presisi menuju Asta Cita.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan Korlantas terus menjalankan arahan Kapolri. Transformasi organisasi, operasional, pelayanan publik, dan pengawasan menjadi fokus utama fungsi lalu lintas Polri.

“Korlantas Polri tentunya akan selalu menjabarkan arahan pimpinan terkait transformasi organisasi dan operasional. Transformasi pelayanan publik dan pengawasan juga terus kami jalankan,” ujarnya.

Menurutnya, Korlantas tidak hanya menjalankan tugas perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Korps lalu lintas juga bertanggung jawab mewujudkan keamanan dan ketertiban berlalu lintas nasional.

“Korlantas Polri dan jajaran harus mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar. Kolaborasi lima pilar keselamatan terus kami lakukan bersama stakeholder terkait,” katanya.

Dalam Rakernis tersebut, Agus juga memaparkan lima agenda besar operasi lalu lintas sepanjang 2026. Seluruh operasi akan dijalankan bersama stakeholder terkait guna memperkuat keselamatan transportasi nasional.

“Lima agenda besar operasi yang pertama adalah Operasi Keselamatan. Semua pihak harus hadir di lapangan demi kepentingan keselamatan masyarakat,” ucapnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 selama arus mudik dan balik Lebaran. Menurutnya, keberhasilan operasi didukung kerja sama seluruh pihak terkait di lapangan.

“Operasi Ketupat sudah kita lewati dan terima kasih atas seluruh kerja samanya. Operasi Ketupat tahun ini cukup berhasil,” ujarnya.

Selain itu, Korlantas Polri akan mempersiapkan pelaksanaan Operasi Patuh dengan penegakan hukum lebih tegas. Komposisi penindakan akan menggunakan ETLE sebesar 70 persen dan tilang manual 30 persen.

“Dalam Operasi Patuh nanti kami akan sedikit lebih tegas dalam penegakan hukum. Sebanyak 70 persen menggunakan ETLE dan 30 persen melalui tilang,” ucapnya.

Agus menambahkan Operasi Zebra tetap mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara seimbang. Adapun agenda terakhir ialah Operasi Natal dan Tahun Baru yang rutin dilaksanakan setiap akhir tahun.

“Operasi Zebra tetap mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Setelah itu kami melaksanakan Operasi Nataru bersama seluruh stakeholder,” katanya.

Kegiatan itu turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo. Hadir pula Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman serta jajaran stakeholder sektor transportasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....