Pemerintah Anggarkan Rp4 Triliun untuk Keselamatan Perlintasan Kereta Api
- 22 Mei 2026 10:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyiapkan anggaran Rp4 Triliun untuk peningkatan keselamatan dan pembangunan infrastruktur perlintasan kereta api
- Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover Bekasi sebagai solusi jangka panjang keselamatan transportasi
- Pemerintah menargetkan penutupan 172 perlintasan berisiko tinggi serta peningkatan keselamatan pada 1.638 lokasi prioritas
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 Triliun untuk meningkatkan keselamatan dan pembangunan infrastruktur perlintasan kereta api. Presiden Prabowo Subianto juga menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi sebagai solusi jangka panjang keselamatan transportasi.
Pembangunan flyover (jembatan layang/red) dilakukan karena tingginya kepadatan lalu lintas serta pentingnya transportasi kereta api bagi mobilitas masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian percepatan penanganan keselamatan masyarakat yang ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kami menyatakan, tidak ada kompromi untuk keselamatan transportasi, setiap kejadian harus menjadi pelajaran, dan ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem. Kami akan memastikan seluruh rekomendasi keselamatan yang nanti diterbitkan, akan ditindaklanjuti secara serius, terukur, dan dapat dipantau pelaksanaannya," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.
Sebagai langkah konkret, Kemenhub bersama PT KAI, Danantara, BP BUMN, DJKA, dan KNKT melaksanakan Kick Off penanganan perlintasan. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen peningkatan keselamatan perlintasan sebidang nasional, Selasa, 5 Mei 2026.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak menyepakati penutupan terhadap sebanyak 172 perlintasan sebidang yang dinilai memiliki risiko tinggi. Penutupan dilakukan terhadap perlintasan dengan lebar jalan kurang dari 2 meter berdasarkan hasil evaluasi pemerintah.
Pemerintah juga menetapkan sebanyak 1.638 lokasi perlintasan sebidang prioritas untuk mendapatkan peningkatan fasilitas keselamatan transportasi. Total investasi yang dialokasikan untuk peningkatan keselamatan pada lokasi prioritas tersebut mencapai Rp842,48 miliar.
Komponen investasi tersebut meliputi kebutuhan petugas penjaga perlintasan sebesar Rp603,9 miliar serta pembangunan pos jaga Rp158,1 miliar. Selain itu, pemerintah mengalokasikan Rp60,9 miliar untuk fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal pada perlintasan prioritas.
Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, terdiri dari 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 tidak terdaftar. Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah, sebanyak 172 perlintasan direkomendasikan ditutup karena memiliki lebar jalan kurang dari 2 meter.
Pemerintah juga menetapkan sebanyak 1.638 lokasi prioritas yang memerlukan peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang di berbagai daerah. Peningkatan tersebut mencakup penyediaan petugas penjaga, pos jaga, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan pendukung lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....