Menteri PU Sebut Pembangunan Flyover Perlintasan Sebidang Dilakukan Bertahap
- 13 Mei 2026 19:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah masih memiliki sekitar 130 perlintasan sebidang nasional yang belum sepenuhnya ditangani
- Pembangunan flyover di Bekasi Timur membutuhkan kesiapan lahan dari pemerintah daerah setempat
- Anggaran Rp4 triliun sudah tersedia, namun pencairan dilakukan setelah desain dan lahan siap
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan flyover perlintasan sebidang akan dilakukan bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran. Ia menyebut pemerintah masih memiliki sekitar 130 lebih perlintasan nasional yang belum sepenuhnya ditangani hingga saat ini.
Dody sebut salah satunya pembangunan flyover di Bekasi Timur yang nantinya tetap memerlukan dukungan kesiapan lahan dari pemerintah daerah terkait. Ia menjelaskan lahan perlintasan sebidang umumnya berada pada kawasan strategis dengan harga tanah yang sangat mahal.
“Misalnya, Bekasi Timur yang urgent, nanti kita kan lahan itu kan kewajibannya Pemda, jadi kita mesti diskusi sama Pemda nih. Karena kan perlintasan sebidang itu rata-rata darah yang prime, lahan mahal banget itu pasti, nah itu kita mesti bicara sama Pemda,” ujarnya usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia mengatakan pembangunan flyover menjadi pilihan paling mudah dibandingkan underpass untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas perlintasan sebidang. Meski demikian, ia menegaskan beberapa daerah tetap memungkinkan menggunakan underpass tergantung kondisi lokasi dan kesiapan lahan.
Dody juga menjelaskan anggaran sebesar Rp4 Triliun sebenarnya sudah tersedia dalam bentuk anggaran ‘blanket’ pemerintah pusat saat ini. Namun, pencairan anggaran baru dilakukan setelah lahan tersedia dan desain pembangunan flyover maupun underpass selesai disiapkan.
“Anggaran blanket, tapi kan tadi, itu kan di luar lahan, jadi lahan masih disiapkan oleh Pemda, Pemerintah setempat. Jadi nanti kalau lahannya sudah siap, baru kita minta bagian dari 4 triliun, kita minta sedikit-sedikit,” ucapnya.
Dody menambahkan pemerintah akan mempercepat pembangunan apabila kebutuhan tersebut sudah mendapat arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Meski begitu, ia kembali menekankan persoalan kesiapan lahan tetap menjadi tantangan terbesar pembangunan perlintasan sebidang nasional.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyiapkan pelatihan bagi penjaga perlintasan sebidang kereta api. Pelatihan difokuskan untuk petugas di Ampera dan Bulak Kapal.
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan pelatihan digelar pekan depan. Diklat akan dilakukan di Balai Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Menurut Zeno, pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi petugas penjaga perlintasan sebidang. Petugas juga diharapkan memiliki sertifikasi sesuai ketentuan keselamatan perkeretaapian.
“Pekan depan kami memberikan diklat bagi penjaga perlintasan sebidang. Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan sedang dilakukan,” kata Zeno.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....