Kemenhub Tuntas Evaluasi Kecelakaan Kereta di Bekasi, Simak Hasilnya

  • 22 Mei 2026 09:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenhub melakukan evaluasi menyeluruh keselamatan perkeretaapian pascakecelakaan kereta api di Bekasi Timur
  • Pemerintah tetap melanjutkan penguatan keselamatan sambil menunggu hasil investigasi independen dari KNKT
  • Pemerintah menyiapkan anggaran Rp4 Triliun serta pembangunan flyover Bekasi untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan evaluasi menyeluruh terkait keselamatan transportasi perkeretaapian setelah kecelakaan kereta api Bekasi Timur, Jawa Barat. Langkah tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.

"Kementerian Perhubungan memandang bahwa keselamatan perkeretaapian harus terus diperkuat melalui evaluasi menyeluruh. Evaluasi itu mencakup aspek operasional, kondisi prasarana, kelaikan sarana, sistem persinyalan, prosedur darurat, kompetensi SDM, manajemen risiko, pengawasan perlintasan sebidang," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Pemerintah memastikan proses penanganan korban dan pemulihan operasional dilakukan menyeluruh agar pelayanan masyarakat kembali berjalan aman. Penanganan tersebut dilakukan Kemenhub bersama KNKT, KAI, KCI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Terkait investigasi kecelakaan, Menhub Dudy menegaskan Kemenhub menghormati proses investigasi yang masih berlangsung oleh KNKT. Kemenhub juga mendukung pelaksanaan investigasi independen, profesional, dan transparan berdasarkan fakta serta data yang tersedia.

"Sambil menunggu proses tersebut selesai, langkah-langkah evaluasi dan penguatan keselamatan tetap berjalan di semua aspek. Sarana, prasarana, operasional, SDM, pengawasan, maupun koordinasi lintas pemangku kepentingan," ucap Dudy.

Kemenhub menyebut keselamatan perlintasan sebidang menjadi perhatian serius pemerintah dalam meningkatkan keamanan transportasi perkeretaapian nasional. Menhub juga menjelaskan jumlah kecelakaan perlintasan sebidang menurun dari 337 kejadian tahun 2024 menjadi 291 kejadian sepanjang tahun 2025.

Hingga 1 Mei 2026, jumlah kecelakaan perlintasan sebidang kembali menurun menjadi 102 kejadian secara nasional. Pemerintah menilai penurunan tersebut menunjukkan langkah peningkatan keselamatan mulai memberikan dampak positif terhadap masyarakat.

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 Triliun untuk meningkatkan keselamatan dan pembangunan infrastruktur perlintasan kereta api. Presiden Prabowo Subianto juga menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi sebagai solusi jangka panjang keselamatan transportasi.

Pembangunan flyover dilakukan karena tingginya kepadatan lalu lintas serta pentingnya transportasi kereta api bagi mobilitas masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian percepatan penanganan keselamatan masyarakat yang ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....