Pemerintah Terapkan Lapor Ekspor CPO dan Batu Bara Mulai 1 Juni 2026
- 22 Mei 2026 07:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mulai menerapkan pelaporan ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia mulai 1 Juni 2026.
- Airlangga Hartarto memastikan mekanisme baru tidak mengubah aktivitas ekspor perusahaan yang sudah berjalan selama ini.
- Pemerintah menyiapkan masa transisi tiga bulan untuk menyempurnakan sistem pelaporan ekspor dan kebijakan devisa hasil ekspor.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mulai menerapkan mekanisme pelaporan ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) pada 1 Juni 2026. Kebijakan tersebut mencakup ekspor crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferro alloy.
“Tadi melaporkan ke Bapak Presiden terkait rencana implementasi dua hal, yaitu pelaksanaan devisa hasil ekspor yang berlangsung tanggal 1 Juni. Kemudian pelaksanaan ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Selain pelaporan ekspor melalui DSI, pemerintah juga menyiapkan implementasi kebijakan devisa hasil ekspor atau DHE. Kebijakan tersebut berkaitan dengan pengelolaan dana hasil penjualan ekspor yang masuk dari luar negeri.
Menurut Airlangga, aturan teknis pelaksanaan kebijakan masih disusun oleh sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Regulasi tersebut mencakup aturan dari Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan.
Airlangga menegaskan pelaku usaha tidak perlu khawatir terhadap perubahan mekanisme tersebut. “Tidak perlu khawatir, karena seluruhnya ekspor masih dilakukan oleh perusahaan di sektor existing, baik batu bara, CPO, maupun feronikel,” katanya.
Perubahan utama dalam kebijakan itu terletak pada sistem pelaporan ekspor kepada Danantara melalui PT DSI. “Dalam tiga bulan nanti kita fine tune sistemnya,” ucap Airlangga.
Selain membahas kebijakan ekspor, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi lanjutan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2026. Pemerintah menilai tekanan global masih tinggi akibat ketidakpastian geopolitik dan perang yang belum berakhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....