Korlantas Gandeng Ojol Tangani Kendaraan 'Over Dimension'

  • 19 Mei 2026 15:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korlantas Polri memperkuat penanganan kendaraan over dimension over load atau ODOL
  • Penegakan hukum didukung perangkat Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE
  • Komunitas ojol dinilai berperan penting menyebarkan informasi keselamatan lalu lintas

RRI.CO.ID, Jakarta – Korlantas Polri memperkuat penanganan kendaraan over dimension over load (ODOL) melalui berbagai langkah strategis nasional. Selain penegakan hukum, pengemudi ojek online juga dirangkul menjadi mitra strategis kepolisian.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Aries Syahbudin menegaskan seluruh jajaran harus mendukung program Zero ODOL 2027. Program tersebut menjadi target pemerintah untuk menekan pelanggaran kendaraan bermuatan dan berdimensi berlebih.

Dalam apel pagi jajaran Korlantas Polri, Aries meminta seluruh personel meningkatkan kepedulian terhadap program prioritas lalu lintas. Menurutnya, penanganan kendaraan ODOL menjadi tantangan besar yang harus dipersiapkan sejak sekarang.

“Semua lini di fungsi lalu lintas mempunyai kewajiban menyukseskan program Zero Over Dimension Over Load. Program tersebut menjadi perhatian seluruh jajaran,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Aries menjelaskan sejumlah langkah penanganan mulai diterapkan di beberapa ruas jalan wilayah Indonesia saat ini. Salah satunya melalui pemasangan perangkat Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE untuk mendukung penegakan hukum.

Selain itu, penanganan kendaraan ODOL dinilai membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta konsistensi seluruh jajaran kepolisian lalu lintas. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas masyarakat di berbagai daerah.

Di sisi lain, Aries menegaskan perhatian besar Kakorlantas Polri terhadap hubungan bersama komunitas pengemudi ojek online Indonesia. Seluruh direktorat diminta aktif membangun komunikasi dan kemitraan positif bersama para pengemudi.

Menurutnya, komunitas pengemudi ojek online memiliki peran penting membantu penyebaran informasi keselamatan kepada masyarakat luas. Selain itu, komunitas tersebut juga dapat menjadi mitra strategis mendukung keamanan dan pengamanan wilayah.

“Kalau kita ajak menjadi mitra, mereka akan menjadi mitra positif bagi kepolisian. Mereka juga dapat menjadi sumber informasi,” katanya.

Aries menyebut jumlah pengemudi ojek online mencapai jutaan orang di berbagai daerah Indonesia saat ini. Karena itu, seluruh jajaran diminta menggencarkan kegiatan kemitraan secara berkelanjutan dengan komunitas pengemudi.

Selain membahas program prioritas lalu lintas, Aries juga menyampaikan doa bagi personel yang sedang sakit. Ia juga mendoakan anggota yang menunaikan ibadah haji diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....