Digunakan untuk Stabilkan Rupiah, BI Pastikan Cadangan Devisa Indonesia Aman

  • 19 Mei 2026 15:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bank Indonesia (BI) memastikan cadangan devisa Indonesia masih aman meskipun digunakan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah
  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar
  • Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 114 persen dari ukuran kecukupan cadangan devisa berdasarkan standar internasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memastikan cadangan devisa Indonesia masih aman meskipun digunakan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. BI menegaskan hal tersebut menyusul penjelasan Gubernur BI Perry Warjiyo, terkait cadangan devisa untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Penjelasan tersebut disampaikan Gubernur BI dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin kemarin. "Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Ramdan Denny, level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal. Serta untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 114 persen dari ukuran kecukupan cadangan devisa berdasarkan standar internasional. Standar tersebut ditetapkan oleh IMF," ujarnya.

Cadangan devisa yang masih sesuai kecukupan internasional ini, tambah Ramdan Denny, mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia. "BI senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ucapnya.

Pengelolaan cadangan devisa yang terukur juga untuk menjaga kepercayaan pasar. "Serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global," kata Ramdan Denny.

Berdasarkan laporan BI, cadangan devisa bulan April 2026 bukan hanya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Tapi juga dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....