6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah, Ini Keutamaannya
- 19 Mei 2026 16:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir kalender Hijriah yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam.
- Umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat selama Dzulhijjah.
- Sepuluh hari pertama Dzulhijjah menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan amal saleh dan ketakwaan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam kalender Hijriah yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Muslim melaksanakan ibadah haji, kurban, serta dianjurkan memperbanyak amal saleh dan ibadah.
Dzulhijjah termasuk empat bulan mulia dalam Islam bersama Dzulqa’dah, Muharram, dan Rajab yang penuh keberkahan. Umat Islam dianjurkan menjauhi maksiat karena dosa dilipatgandakan, sedangkan amal kebaikan memperoleh pahala lebih besar.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dikenal sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan hari tersebut melalui sejumlah hadits yang mendorong umat memperbanyak amal dan kebaikan.
Berbagai amalan sederhana selama awal Dzulhijjah dapat mendatangkan pahala besar apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan. Sejumlah amalan bahkan disebut memiliki pahala setara ibadah haji dan umrah bagi umat Muslim yang belum mampu.
Simak beberapa amalan sederhana. Namun penuh berkah yang bisa kita lakukan di awal Dzulhijjah, melansir dari berbagai sumber:
1. Memperbanyak Dzikir
Selama 10 hari pertama Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan memperbanyak dzikir dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir yang dianjurkan meliputi takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil sebagai bentuk mengingat serta mengagungkan Allah SWT.
Amalan dzikir tersebut dapat dibaca setelah shalat, ketika beraktivitas, maupun pada berbagai kesempatan lainnya. Memperbanyak takbir selama awal Dzulhijjah juga menjadi sunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan bagi umat Muslim.
2. Berpuasa pada sepuluh hari pertama
Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan selama awal Dzulhijjah adalah berpuasa sejak tanggal satu hingga sembilan. Ibadah puasa tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus meraih pahala besar.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan memiliki keutamaan besar menurut penjelasan sejumlah ulama. Puasa Tarwiyah memiliki pahala besar setara puasa setahun dan berbagai puasa sunnah lainnya.
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa sunnah tersebut memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa selama dua tahun bagi pelaksanaannya.
3. Menunaikan Ibadah Haji jika mampu
Bagi umat Muslim yang mampu, ibadah haji menjadi amalan utama pada bulan Dzulhijjah yang penuh keutamaan besar. Ibadah haji termasuk rukun Islam serta dianjurkan bagi Muslim yang memiliki kemampuan fisik, finansial, dan keamanan perjalanan.
Puncak pelaksanaan ibadah haji berlangsung sejak tanggal 8 hingga 13 Dzulhijjah di Tanah Suci Makkah. Karena itu, bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu paling istimewa dan dimuliakan dalam ajaran agama Islam.
4. Melaksanakan Kurban
Ibadah kurban menjadi amalan pada bulan Dzulhijjah, terutama saat Idul Adha dan hari-hari tasyrik berlangsung. Kurban mencerminkan ketakwaan umat Muslim sekaligus meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Selain bernilai ibadah, kurban juga memiliki manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dan perhatian sesama Muslim. Daging kurban dibagikan kepada warga sehingga dapat mempererat kepedulian sosial dan semangat berbagi antarumat Muslim.
5. Membaca Alquran
Membaca Al-Qur'an juga mendatangkan pahala besar dari setiap huruf yang dibaca umat Muslim dengan penuh keikhlasan. Selain itu, membaca Al-Qur'an dapat memberikan ketenangan hati serta menambah kedekatan kepada Allah SWT bagi pembacanya.
6. Bersedekah dan Membantu Sesama
Sedekah menjadi amalan yang dianjurkan selama awal Dzulhijjah karena memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim. Berbagi kepada sesama menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya.
Sedekah dapat dilakukan melalui berbagai bentuk bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan perhatian dari sesama Muslim. Bentuk sedekah meliputi pemberian makanan, kebutuhan pokok, bantuan tenaga, serta dukungan terhadap kegiatan sosial keagamaan.
Amalan sosial tersebut memiliki nilai pahala besar apabila dilakukan dengan ikhlas demi membantu sesama manusia yang membutuhkan. Selain mempererat kepedulian sosial, sedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran agama Islam.
Melalui berbagai amalan mulia, bulan Dzulhijjah menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih pahala berlipat ganda. Maka dari itu, marilah kita mengoptimalkan momentum istimewa ini dengan meningkatkan ketakwaan serta kebaikan kepada sesama. (Sarah Maulida Ali)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....