Ragam Tradisi Idul Adha di Indonesia, Penuh Keunikan dari Berbagai Daerah

  • 14 Mei 2026 18:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iduladha di Indonesia tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga perayaan budaya daerah
  • Berbagai daerah memiliki tradisi khas Iduladha, seperti Meugang, Grebeg Gunungan, hingga Manten Sapi
  • Tradisi Iduladha menjadi sarana mempererat silaturahmi, rasa syukur, dan pelestarian budaya masyarakat

RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Raya Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah kurban bagi umat Islam Indonesia. Perayaan tersebut juga menghadirkan berbagai tradisi budaya yang diwariskan turun-temurun di sejumlah daerah.

Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam menyambut Iduladha dengan tradisi khas masyarakat setempat. Tradisi tersebut mencerminkan nilai religius sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga di berbagai daerah.

Keberagaman tradisi Iduladha menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang tetap terjaga hingga sekarang. Selain bernilai budaya, tradisi tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan rasa syukur masyarakat.

Berikut sejumlah tradisi unik Iduladha dari berbagai daerah di Indonesia:

- Grebeg Gunungan, Yogyakarta

Masyarakat Yogyakarta menggelar tradisi Grebeg Gunungan saat memperingati Iduladha. Tradisi tersebut dilakukan dengan mengarak gunungan hasil bumi menuju Masjid Gede Kauman.

Gunungan pada acara ini biasanya tersusun dari berbagai sayuran dan buah hasil pertanian masyarakat sekitar keraton. Tradisi Grebeg Gunungan ini menjadi simbol rasa syukur dan kemakmuran masyarakat Yogyakarta.

- Meugang, Aceh

Tradisi Meugang menjadi salah satu perayaan Iduladha yang masih dijaga masyarakat Aceh hingga sekarang. Tradisi tersebut telah berlangsung ratusan tahun dan menjadi bagian budaya masyarakat Aceh secara turun-temurun.

Masyarakat biasanya memasak daging sapi atau kerbau dengan berbagai hidangan khas daerah setempat. Hidangan tersebut kemudian disantap bersama dan dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk rasa syukur.

- Manten Sapi, Pasuruan

Tradisi Manten Sapi menjadi salah satu perayaan Iduladha khas masyarakat Pasuruan, Jawa Timur. Hewan kurban biasanya dihias menyerupai pengantin sebelum diarak menuju masjid setempat bersama warga.

Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan masyarakat terhadap hewan yang akan dikurbankan. Warga setempat turut memeriahkan arak-arakan sapi dengan suasana penuh kebersamaan dan sukacita.

- Nganggung, Bangka Belitung

Tradisi Nganggung dilakukan masyarakat Bangka Belitung dengan membawa makanan menuju tempat pertemuan warga. Makanan tersebut dibawa dari rumah masing-masing untuk disantap bersama setelah kegiatan keagamaan berlangsung.

Tradisi Nganggung menjadi simbol kekeluargaan dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Iduladha. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk mempererat hubungan silaturahmi antarwarga setempat.

- Apitan, Semarang

Tradisi Apitan menjadi bentuk rasa syukur masyarakat Semarang atas rezeki dan hasil bumi. Perayaan biasanya diisi doa bersama serta arak-arakan budaya khas masyarakat daerah setempat.

Tradisi tersebut juga menghadirkan berbagai hiburan rakyat yang melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Apitan menjadi salah satu tradisi budaya yang masih dipertahankan masyarakat hingga sekarang.

- Maanta Pabukoan, Sumatra

Tradisi Maanta Pabukoan biasa dilakukan masyarakat Jambi dan Sumatra Barat saat perayaan Iduladha. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan kemenakan kepada penghulu suku dan keluarga mamak setempat.

Masyarakat biasanya membawa makanan sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian dan bimbingan keluarga adat. Tradisi Maanta Pabukoan juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antaranggota keluarga besar.

- Nganteuran, Sumatra dan Jawa

Tradisi Nganteuran dilakukan masyarakat dengan mengantarkan makanan kepada sanak saudara atau tokoh masyarakat. Tradisi tersebut menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi masyarakat di Sumatra, Tangerang, hingga Jawa Barat.

- Hadrat, Maluku Utara

Tradisi Hadrat menjadi salah satu perayaan Idul Adha yang masih dilestarikan masyarakat Maluku Utara hingga sekarang. Festival Hadrat Bersahaja diharapkan menjadi sarana pewarisan nilai budaya kepada generasi berikutnya.

- Ari Kaut, Raja Ampat

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-menurun di berbagai desa di Raja Ampat. Ari Kaut memiliki arti peringatan terhadap hari-hari besar agama Islam, yaitu Idulfitri, Iduladha, dan peringatan Maulid Nabi.

- Gamelan Sekaten, Cirebon

Tradisi Gamelan Sekaten menjadi salah satu perayaan Idul Adha khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Tradisi tersebut dipercaya berkaitan dengan dakwah Islam yang dilakukan Sunan Gunung Jati pada masanya.

Gamelan Sekaten biasanya dibunyikan saat perayaan hari besar keagamaan Islam di kawasan keraton. Alunan gamelan dari Keraton Kasepuhan menjadi penanda perayaan Idul Adha masyarakat Cirebon berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....